OpenAI Dikabarkan Tunda IPO

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
OpenAI dikabarkan mempertimbangkan valuasi terkait penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).

Liputan6.com, Jakarta – Penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) platform kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) OpenAI ditunda. IPO OpenAI itu dikabarkan ditunda hingga tahun depan.

Mengutip Yahoo Finance, berdasarkan laporan New York Times, Minggu, (28/6/2026), raksasa AI itu sedang mempertimbangkan apakah akan melakukan IPO tahun ini dengan valuasi di bawah US$ 1 triliun atau Rp 17.839 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di 17.840), atau memiliki peluang lebih baik mencapai US$ 1 triliun, serta menunda hingga 2027.

OpenAI secara rahasia mengajukan dokumen S-1-nya kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada 8 Juni. Pada saat itu, perusahaan mengatakan belum memutuskan waktu untuk debut publiknya karena “ada hal-hal yang ingin dilakukan yang mungkin lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta.”

Namun, pada saat yang sama, OpenAI mencatat pengajuan tersebut memberi mereka pilihan untuk melakukan IPO lebih cepat jika itu merupakan pilihan yang lebih baik bagi perusahaan.

Pada Maret, OpenAI mengatakan memiliki valuasi pasca-investasi sebesar US$ 852 miliar. Rival Anthropic (ANTH.PVT), yang mengajukan dokumen rahasia untuk IPO-nya sendiri pada 1 Juni, terakhir kali bernilai US$ 965 miliar.

Sebagian alasan penundaan potensial OpenAI berasal dari reaksi pasar baru-baru ini terhadap saham SpaceX (SPCX), yang awalnya naik jauh melampaui harga pembukaannya sebesar US$ 150 menjadi lebih dari US$ 225 tetapi turun kembali ke US$ 151 pada Jumat pagi.

Sejak go public, SpaceX telah mengumumkan akan mengakuisisi alat pengkodean AI Cursor dan mengumpulkan US$ 25 miliar melalui penjualan obligasi.

Sebelumnya, OpenAI telah mengajukan permohonan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) secara tertutup kepada Komisi Sekuritas dan Bursa atau the Securities and Exchange Commission (SEC). OpenAI mengikuti Anthropic yang juga diam-diam mengajukan IPO. Hal ini dilakukan beberapa hari sebelum SpaceX milik Elon Musk dijadwalkan untuk memasuki pasar publik.

Mengutip CNBC, Selasa (9/6/2026), perusahaan kecerdasan buatan yang bernilai lebih dari US$ 850 miliar atau Rp 15.477 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.210), telah siap untuk go public paling cepat pada kuartal IV 2026.

Pengajuan rahasia memungkinkan perusahaan untuk menyerahkan laporan keuangan kepada regulator u… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 15:39:48 WIB*