IHSG Turun Sebesar 1,72 Persen, Tekanan Jual Asing Membayangi Pasar

Pada Senin, 28 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun sebesar 1,72 persen dari level awal perdagangan ke level 5.896,13. Turunan ini terjadi di tengah tekanan jual asing yang mencapai Rp3,19 triliun di pasar reguler dalam periode pekan tersebut. Investor asing telah membukukan jual bersih sebesar Rp951,08 miliar pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dengan harga saham berakhir di level Rp3.990 per unit dan turun 7,42 persen dalam periode tersebut.

Saham-sekarang menjadi sasaran aksi jual asing juga terjadi pada saham konglomerasi dan sektor komoditas. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyerap net sell Rp272,81 miliar, dengan harga saham terkoreksi 12,86 persen ke level Rp1.795 per unit. Sedangkan saham tambang emas PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat jual bersih asing sebesar Rp219,25 miliar, dengan harga saham turun 16,38 persen ke level Rp6.125 per unit. Tekanan jual asing juga terjadi pada saham tambang batu bara PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang mencatat net sell asing sebesar Rp202,21 miliar.

Dalam sepekan tersebut, IHSG berkontribusi pada turunan harga dengan koreksi sebesar 4,55 persen. Saham-sekarang juga menjadi sasaran aksi jual asing, termasuk saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yang mencatat jual bersih asing Rp158,90 miliar, dengan harga saham turun 9,54 persen ke level Rp3.320 per unit.

Perlu dicatat bahwa Saham-sekarang juga merupakan salah satu sektor yang menjadi sasaran aksi jual asing, di mana data terkait net sell asing telah mencakup beberapa emiten populer seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Saham-sekarang juga turun 12,57 persen ke level Rp3.340 per unit.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** BMRI, BBRI

*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 10:44:05 WIB*