Emiten FITT Jual Dua Hotel untuk Danai Akuisisi Perusahaan Tambang

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Ringkasan Berita:

Emiten PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menargetkan perbaikan kinerja melalui transformasi bisnis dari perhotelan menjadi investment holding sektor pertambangan.
Perseroan mengakuisisi 50 persen saham PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) yang memiliki kinerja positif pada 2025
FITT juga melepas dua anak usaha hotel untuk mendanai akuisisi dan restrukturisasi utang.

TRIBUNNEWS.CPOM, JAKARTA — PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT) menargetkan perbaikan kinerja keuangan melalui transformasi model bisnis dari operator perhotelan menjadi perusahaan induk investasi (investment holding) yang berfokus pada sektor pertambangan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui akuisisi 50 persen saham PT Venturi Tambang Perkasa (VTP), perusahaan jasa penunjang pertambangan dan penggalian yang beroperasi di Luwuk, Sulawesi. Manajemen meyakini akuisisi ini akan menjadi titik balik bagi perseroan setelah bisnis hotel dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan.
Direktur FITT Ou Yang mengatakan perubahan portofolio usaha dilakukan untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil melalui bisnis jasa pertambangan yang didukung kontrak jangka menengah hingga panjang.
“Kami berharap melalui akuisisi ini terjadi pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Ou Yang dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, VTP menjalankan model bisnis business-to-business (B2B) dengan kontrak berbasis volume produksi wet metric ton (WMT), sehingga memberikan visibilitas pendapatan yang lebih baik dibandingkan bisnis perhotelan yang cenderung dipengaruhi fluktuasi tingkat hunian.
Sepanjang 2025, VTP membukukan pendapatan sebesar Rp128,7 miliar dengan laba operasional sekitar Rp36 miliar. Perusahaan tersebut juga memiliki total aset Rp169 miliar dan mencatat volume produksi nikel mencapai 742.321 ton.
Kinerja tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama FITT dalam melakukan diversifikasi usaha ke sektor pertambangan.
Divestasi Anak Usaha
Untuk mendanai aksi korporasi tersebut, FITT memilih melakukan divestasi terhadap dua anak usahanya yang bergerak di sektor perhotelan.
Perseroan melepas 99,99 persen saham PT BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo (BBS) senilai Rp21,9 miliar dan menjual 99,96 persen saham PT FAW kepada PT Pratama Global Servindo (PGS) senilai Rp46,9 miliar.
Dari kedu… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Minggu, 28 Juni 2026 23:01:53 WIB*