Level Home Tutup, PHK Massal Karyawan Seusai Diakuisisi Assa Abloy

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Telset.id – Nasib buruk menimpa Level Home, perusahaan smart lock yang dikenal dengan desain deadbolt tradisional berteknologi canggih. Assa Abloy, perusahaan induk asal Swedia, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap mayoritas staf Level Home dan menggabungkan bisnisnya ke dalam Kwikset.

Keputusan ini diungkap oleh seorang sumber yang mengetahui langsung restrukturisasi tersebut kepada The Verge. Sumber yang meminta anonimitas karena terkena PHK ini membagikan rekaman audio rapat di mana Peter Boriskin, CTO Assa Abloy North America, dan Kimberly Cummins, kepala HR North America, memberitahu staf bahwa posisi mereka dihapuskan efektif segera.

“sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis Level yang lebih besar,” demikian pernyataan dalam rekaman tersebut. Sebuah unggahan LinkedIn dari mantan karyawan juga mengonfirmasi gelombang PHK ini. Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan produk dan layanan Level Home bagi para penggunanya.

Menurut sumber tersebut, Assa Abloy yang mengakuisisi Level Home pada tahun 2024, mentransfer seluruh aset Level Home ke Kwikset, perusahaan smart lock lain yang juga dimiliki Assa Abloy. Dampaknya sangat signifikan, di mana CEO John Martin dan CTO Ken Goto — dua pendiri perusahaan — ikut hengkang bersama sebagian besar tim teknik.

Hanya segelintir karyawan inti yang dipertahankan, semata-mata untuk menyelesaikan peluncuran produk yang akan datang untuk manajemen kunci multi-keluarga. “Saya pikir konsumen harus tahu bahwa Assa Abloy tidak dilengkapi untuk mempertahankan basis pelanggan,” kata sumber tersebut kepada The Verge, seraya menambahkan bahwa perusahaan memiliki ratusan ribu pengguna aktif.

Keputusan Assa Abloy ini tentu memicu kekhawatiran di kalangan pengguna setia Level Home. Dengan kepergian para pendiri dan sebagian besar tim teknik, kelangsungan inovasi dan dukungan untuk produk yang ada menjadi tanda tanya besar. Pengguna mungkin bertanya-tanya apakah fitur-fitur andalan seperti aplikasi, buka kunci otomatis (auto-unlock), dan sensor status pintu akan terus berfungsi dengan baik.

Situasi ini mengingatkan kita pada pentingnya mempertimbangkan ekosistem dan stabilitas perusahaan saat membeli perangkat pintar. Bagi yang sedang mempertimbangkan investasi di perangkat rumah pintar, mungkin ada baiknya melihat panduan memilih smartphone untuk memahami prinsip memilih perangkat yang tetap bernilai dalam jangka panjang, meskipun konteksnya berbeda.

Dalam sebuah pernyataan kepa… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 27 Juni 2026 02:02:46 WIB*