Prospek IPO Produsen Inaco (JELI) saat Laba Tumbuh Ratusan Persen

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Bisnis.com, JAKARTA – Prospek penawaran umum perdana saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI) menjadi perhatian pelaku pasar seiring pertumbuhan laba perseroan yang melonjak ratusan persen tahun lalu.

Dalam prospektusnya, manajemen menerangkan bahwa perseroan membukukan laba bersih senilai Rp12,42 miliar pada 2024 dan naik 208,93% YoY menjadi Rp38,37 miliar pada 2025. Torehan tersebut bahkan dibukukan perseroan saat pendapatan susut 4,49% YoY menjadi Rp753,05 miliar pada periode yang sama.

Direktur Niramas Utama Adhi S. Lukman, menerangkan bahwa penurunan pendapatan bukan disebabkan oleh melemahnya permintaan, melainkan hasil evaluasi perseroan terhadap portofolio produk.

Dalam keterangan yang diterima Bisnis, JELI disebut secara selektif menghentikan penjualan SKU yang kurang produktif atau memiliki margin yang rendah guna lebih fokus pada produk dengan profitabilitas yang lebih tinggi.

”Kami melakukan review terhadap portofolio produk dan unit yang kurang produktif, kemudian kami lakukan penyesuaian. Ada beberapa SKU yang kami hentikan dan langkah tersebut justru memberikan dampak positif terhadap struktur kinerja perseroan menjelang IPO,” kata Adhi, Kamis (25/6/2026).

Evaluasi terhadap portofolio tersebut tecermin dari peningkatan EBITDA sebesar 28,14% dan Return on Equity (ROE) meningkat menjadi 26,82% pada 2025.

Adhi menerangkan, selepas IPO perseroan bakal mengalokasikan sebagian besar dana untuk memperkuat ekspansi kapasitas produksi melalui penyertaan modal kepada anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

Aksi itu dilakukan dengan tujuan pengembangan kategori gummy candy, segmen baru yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan peluang ekspor yang besar.

“Kami juga melakukan studi ke berbagai pasar internasional dan melihat adanya peluang besar di kategori gummy candy. Produk ini akan kami kembangkan dengan diferensiasi yang kuat,” katanya.

Selain itu, dana hasil IPO juga bakal digunakan memperluas portofolio produk melalui peluncuran merek baru hingga memperkuat segmen minuman fungsional yang menyasar konsumen muda dengan kebutuhan gaya hidup sehat.

Berdasarkan prospektus awal, Niramas Utama dalam IPO menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan kisaran harga penawaran Rp900-Rp1.120 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar.

Sucor Sekuritas sebagai penjamin emisi efek JELI, menerangkan peningkatan laba bersih yang… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 07:32:27 WIB*