Saham Microsoft Corporation mengalami penurunan kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar $1 triliun, menjadi penurunan terbesar dalam sejarah perusahaan. Hal ini berlangsung setelah saham Microsoft turun hampir 21% pada bulan Juni, menjadi penurunan paling signifikan sejak tahun 2000. Penurunan yang cukup signifikan tersebut disertai dengan pengumuman oleh CEO Satya Nadella bahwa Microsoft dipengaruhi oleh kenaikan harga produk dan layanan seperti MacBook dan iPad, akibat permintaan tinggi terhadap teknologi AI.
Ini adalah situasi yang sama sekali berbeda dari sebelumnya, dimana biasanya perusahaan teknologi seperti Apple mampu tetap teguh dalam mengantisipasi kenaikan biaya produksi dengan meningkatkan harga produk mereka. Namun, Microsoft telah terhambat oleh peningkatan signifikan biaya memori dan penyimpanan, yang berakar dari permintaan AI yang melonjak, menunjukkan bahwa perusahaan masih belum sepenuhnya adaptif ke tren ini.
Pada saat yang sama, dalam skenario pasar yang cenderung bullish, saham Microsoft mencapai rasio laba ke depan 21,7, mendekati level beli tahun 2022. Ini menunjukkan bahwa investor masih percaya akan pertumbuhan teknologi AI dan kemampuan Microsoft untuk beradaptasi dengan tren ini. Namun, penurunan yang signifikan tersebut juga merupakan tanda penghembusan dari overvaluasi, memungkinkan peluang investasi potensial bagi investor konservatif.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** MSFT
*Tanggal Source Berita: Sabtu, 27 Juni 2026 01:12:08 WIB*