Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
KOMPAS.com – Pasar penawaran umum perdana (IPO) domestik China kembali menunjukkan geliat kuat pada 2026, didorong oleh meningkatnya pencatatan saham perusahaan kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Kebangkitan ini menjadi bagian dari strategi Beijing untuk mempercepat kemandirian teknologi di tengah persaingan yang semakin ketat dengan Amerika Serikat.
Data LSEG menunjukkan perusahaan teknologi di China telah menghimpun dana sebesar 3,1 dollar AS (Rp 55,80 triliun) miliar melalui IPO domestik hingga 18 Juni 2026. Angka tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Momentum tersebut diperkirakan berlanjut seiring hampir 50 perusahaan, termasuk startup robotika dan produsen semikonduktor, mengajukan rencana IPO di bursa Shanghai dan Shenzhen.
Berdasarkan penghitungan Reuters dari dokumen pengajuan, nilai penggalangan dana yang direncanakan mencapai sedikitnya 126,1 miliar yuan atau sekitar 18,7 miliar dollar AS (Rp335,66 triliun).
Salah satu emiten yang paling dinantikan adalah perusahaan pembuat chip memori China, ChangXin Memory Technologies, yang berencana melaksanakan IPO di Shanghai senilai 29,5 miliar yuan. Jika terealisasi, penawaran tersebut akan menjadi IPO terbesar di China sepanjang tahun ini dan mendorong total nilai penggalangan dana ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kebangkitan pasar IPO domestik terjadi setelah pemerintah China meningkatkan dukungan terhadap perusahaan teknologi strategis.
Pada 17 Juni lalu, regulator pasar modal China menyatakan akan memberikan kemudahan bagi perusahaan rintisan di sektor “industri masa depan”, seperti teknologi kuantum, fusi nuklir, hingga antarmuka otak-komputer.
Selain itu, Bursa Efek Shanghai juga telah menerbitkan aturan baru untuk mempermudah perusahaan pengembang model bahasa besar (large language model/LLM) melakukan pencatatan saham di STAR Market, papan perdagangan yang berfokus pada perusahaan teknologi dan inovasi.
“Percepatan IPO teknologi telah menciptakan peluang exit yang telah lama ditunggu investor private equity dan modal ventura yang mendukung perusahaan-perusahaan ini,” kata Li He, salah satu kepala praktik Asia di firma hukum Davis Polk.
Tren ini menandai berakhirnya perlambatan IPO domestik yang terjadi sejak 2024, ketika banyak perusahaan teknologi China memilih melantai di bursa Hong Kong untuk memperoleh akses modal internasional di tengah meningkatnya ketegangan teknologi antara China dan Amerika Serikat.
Data LS… [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 17:00:00 WIB*