IPO Bach Multi (BACH) Bukan Sekedar Cari Dana, Tapi Jalan Akuisisi TOWR

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dinilai bukan sekadar aksi penggalangan dana. Tetapi ini menjadi langkah strategis yang akan membawa perusahaan resmi masuk ke dalam ekosistem PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Melalui skema opsi saham yang telah disepakati, grup TOWR akan menjadi pemegang kendali BACH setelah perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Daniel Widjaja dalam riset 26 Juni 2026 mengatakan, perubahan pengendali merupakan inti dari kisah investasi (equity story) BACH. PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), yang merupakan bagian dari grup Protelindo, TOWR, telah memiliki hak opsi yang tidak dapat dibatalkan untuk meningkatkan kepemilikannya menjadi 51% setelah IPO.

Baca Juga: Ada BBCA dan BBRI, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing pada Jumat (26/6)

“Dengan struktur tersebut, BACH akan menjadi unit usaha penyedia layanan kelistrikan (captive power) dan layanan lokasi (site services) bagi salah satu operator menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, sehingga memberikan fondasi permintaan bisnis yang kuat ke depan,” ujar Daniel dalam riset.

BACH merupakan perusahaan penyedia peralatan pembangkit listrik dan layanan infrastruktur telekomunikasi yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. Bisnisnya mencakup penjualan dan penyewaan genset diesel untuk kebutuhan cadangan maupun sumber listrik utama di menara telekomunikasi dan pusat data, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, serta layanan operasi dan pemeliharaan (operation and maintenance/O&M).

Dalam penawaran alias IPO, BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan kisaran harga Rp 400 – Rp 500 per saham. Melalui aksi korporasi tersebut, BACH berpotensi menghimpun dana sebesar Rp 246 miliar hingga Rp 308 miliar.

Dana hasil IPO akan dialokasikan sekitar 70% untuk modal kerja bisnis genset, terutama pembelian persediaan, sementara sekitar 30% digunakan untuk pelunasan utang.

Pada kisaran harga penawaran tersebut, valuasi BACH berada di level 10,5-13,1 kali price to earnings (P/E) 2025 atau sekitar 8,0-9,6 kali EV/EBITDA 2025. Menurut Daniel, valuasi itu relatif sejalan dengan rata-rata perusahaan sejenis di sektor tersebut.

Dari sisi struktur kepemilikan, setelah IPO kendaraan investasi pendiri, PT Bach Multi Solusindo In… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Sabtu, 27 Juni 2026 06:30:11 WIB*