IPO BACH 7 Juli 2026: Laba Nyaris 2 Kali Lipat, Valuasi Termurah, dan Ada Djarum di Belakangnya

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.

Isi berita asli:
SERUJI.CO.ID – Di antara banjir IPO yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juli 2026, satu nama hampir luput dari radar banyak investor retail: PT Bach Multi Global Tbk (BACH). Bukan karena bisnisnya tidak menarik, justru sebaliknya.

Perusahaan ini membukukan laba bersih yang nyaris dua kali lipat dalam satu tahun, memiliki PER terendah di antara semua IPO Juli 2026, dan punya satu katalis yang jarang dimiliki emiten baru: Grup Djarum yang sudah menandatangani perjanjian untuk menjadi pemegang saham pengendali tidak lama setelah listing. Kalau anda sedang mencari saham IPO dengan fundamental solid dan valuasi yang masih masuk akal, BACH layak masuk watchlist utama.

PT Bach Multi Global Tbk didirikan pada September 2006, awalnya berfokus pada penjualan genset untuk mendukung kebutuhan listrik sektor telekomunikasi. Seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, perusahaan memperluas bisnisnya ke jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Untuk mendukung ekspansi tersebut, BACH juga membentuk anak usaha PT Bach Multi Infrastruktu yang bergerak di bidang jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi.

Saat ini BACH menjalankan dua lini bisnis utama yang memberikan eksposur ke dua sektor strategis berbeda sekaligus.

Pertama, penjualan dan penyewaan genset: BACH adalah agen tunggal merek Himoinsa asal Spanyol sejak 2008, serta mendistribusikan merek internasional lainnya seperti Cummins, Perkins, dan Yanmar. Lini bisnis ini berkontribusi sekitar 56% dari total pendapatan 2025, atau Rp977,96 miliar.

Kedua, jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, meliputi pembangunan menara BTS, jaringan fiber optik, dan FTTH, dengan cakupan sekitar 41.000 site di seluruh Indonesia. Klien utama di lini ini adalah emiten Grup Djarum seperti Protelindo Group, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), serta PT Link Net Tbk (LINK) dan Indosat.

BACH menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran berada di kisaran Rp400–Rp500 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.

Masa penawaran umum berlangsung 1–3 Juli 2026, dengan pencatatan saham di BEI dijadwalkan 7 Juli 2026. PT Erdikha Elit Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Ini bagian yang paling penting dan paling sering dilewatkan investor. Perubahan struktur kepemilikan BACH tidak berhenti pa… [content truncated]

*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 10:14:39 WIB*