Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hampir 2% pada perdagangan intraday Jumat (24/6/2026), mengakibatkan penurunan 130,53 poin ke level 5.868,50. Penurunan tersebut terjadi setelah IHSG sempat melemah sebelumnya di awal perdagangan pagi hari dan menunjukkan tren pelemahan dalam sesi perdagangan hari Jumat. Tekanan jual cukup kuat meliputi 546 saham yang turun, sementara hanya 98 saham menguat dan 154 saham bergerak stagnan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga didorong oleh aksi jual dari beberapa emiten penting. Telkom Indonesia (TLKM), salah satu emiten dengan penurunan paling signifikan, turun sekitar 13,58 indeks poin. Diikuti oleh BMRI (-7,05 poin), DCII (-6,94 poin), BBRI (-6,28 poin) dan BRMS (-6,01 poin). Dalam konteks emiten tersebut, TLKM dinilai sebagai saham yang menjadi beban utama terhadap performa IHSG hari itu. Seluruh sektor perdagangan juga mengalami penurunan, dengan koreksi tertinggi mencapai 3,90% dalam sektor barang baku.
Dari sumber eksternal dan domestik, pasar mencermati beberapa faktor yang dapat mempengaruhi IHSG. Dari luar negeri, data ekonomi Amerika Serikat (AS) menunjukkan inflasi PCE AS pada Mei 2026 naik menjadi 4,1%, tertinggi sejak April 2023 dan berada jauh di atas target inflasi The Federal Reserve. Di sisi lain, ekonomi AS direvisi tumbuh lebih kuat sekitar 2,1% pada kuartal I-2026.
Di dalam negeri, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di bank umum menjadi 3,75% untuk periode 1 Juli-30 September. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi aksi jual dan permintaan pada pasar saham. Pemerintah juga berpotensi akan mengambil tindakan dalam rangka peningkatan tingkat suku bunga untuk menstabilkan inflasi yang terus melemah.
Secara keseluruhan, IHSG yang telah menunjukkan tren pelemahan selama beberapa waktu ini kembali menurun setelah aksi jual yang mendominasi perdagangan intraday Jumat. Namun demikian, masih ada potensi untuk peningkatan IHSG pada perdagangan berikutnya jika pasar bisa meyakini bahwa inflasi AS berangsur-angsur turun dan tingkat suku bunga LPS juga dapat menunjukkan tren stabil atau kenaikan yang lebih moderat.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** TLKM, BMRI, DCII, BBRI, BRMS
*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 10:37:46 WIB*