PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), perusahaan pertambangan Indonesia yang terdaftar sejak tahun 2025, resmi debut dalam Initial Public Offering (IPO) dual-listing di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). IPO ini menggunakan format saham depositary receipt (HDR) dan diberikan kode ticker DRS – 6228. Menurut prospektus yang telah dieksekusi, EMAS menawarkan sebanyak 89,67 juta HDR yang mewakili total 896,69 juta saham perseroan, dengan harga HK$26,6 per HDR.
Saat pencatatan perdana berlangsung pada Jumat (26/6/2026), EMAS tercatat turun sebesar 8,12% dari harga pembukaannya di HK$26,600. Peningkatan demand yang telah mencapai tingkat oversubscribed hingga 11x memberikan momentum positif bagi IPO ini. Namun, anjlok perdana juga menyebabkan koreksi pada beberapa saham dari grup Merdeka, termasuk PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), yang turun sebesar 4,83% ke nilai Rp2.760 per lembar, serta PT Merdeka Metals & Mining Tbk. (MBMA) yang turun 3,76% menjadi Rp486.
Kompromi harga saham perdana EMAS ini secara signifikan berpengaruh terhadap pasar Indonesia. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), IPO tersebut memimpin anjlok saham grup Merdeka dengan penurunan 11,70% untuk EMAS, 4,83% untuk MDKA, dan 3,76% untuk MBMA. Anjlok kenaikan ini menjadi pemberat utama pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi sebesar 2,73% menjadi level 5.835,114.
Ketiga saham grup Merdeka tersebut juga merupakan bagian dari EMAS Holding Group, yang berfokus pada Pani Gold Project dan dimiliki oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk., perusahaan induk besar. Selain itu, IPO ini telah memperluas basis investor global bagi EMAS dan menjamin fase pertumbuhan berikutnya dari Grup Merdeka.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** MDKA, MBMA
*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 13:45:00 WIB*