Telkom Menyebabkan Dividen Tinggi, DPR Tuntut Transformasi Digital

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menetapkan pembagian dividen sebesar Rp210 miliar pada tahun 2026 yang mencakup sekitar 22 persen dari laba bersih perusahaan. Hal ini didukung oleh Komisi VI DPR RI, di mana anggota Komisi VI Fraksi Golkar, Firnando H. Ganinduto, menilai kinerja Telkom patut dianugerahi karena mencapai dividen tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam rapat kerjanya dengan Komisi VI DPR RI, Telkom melaporkan bahwa dividen yang dibagikan pada tahun 2026 mencapai 11,46 persen sebagai bagian dari pemegang saham publik dan 10,54 persen sebagai modal negara.

Namun, Firnando menekankan bahwa hal ini tidak cukup untuk Telkom karena tantangan utamanya berada pada kemampuan adaptasi dengan perubahan lanskap ekonomi digital yang pesat dibandingkan pertumbuhan bisnis teknologi konvensional. Menurutnya, sebagai pelaku strategis di sektor telekomunikasi, Telkom harus menjadi motor penggerak ekosistem digital nasional, bukan sekadar operator yang menguntungkan dari infrastruktur yang sudah ada.

Dalam hal ini, perusahaan ditantang untuk terus mengembangkan talenta digital dan mengeksplorasi inovasi dalam berbagai bidang. Firnando menyampaikan bahwa tantangan utama Telkom adalah untuk tidak terlalu puas dengan dividen tinggi yang telah dicapai, namun juga memastikan perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah persaingan teknologi global.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** TOKO

*Tanggal Source Berita: Kamis, 25 Juni 2026 07:55:37 WIB*