PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), salah satu perusahaan asli dari Indonesia, telah mengumumkan rencana mereka untuk melakukan aksi korporasi. Perusahaan tersebut mempertimbangkan dua jenis kegiatan aksi korporasi dalam jangka waktu yang akan datang. Pertama, BCAP berencana untuk menerbitkan maksimal 25,57 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Sementara itu, melalui Penambahan Modal Tanpa HMETD (PMTHMETD) alias private placement, BCAP juga akan menerbitkan hingga 4,26 miliar saham baru, setara maksimal 10% dari modal yang ada.
Kombinasi kedua aksi ini menegaskan strategi perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo ini berencana untuk memperkuat permodalan sekaligus membuka ruang masuknya investor strategis baru. Dana hasil dari aksi korporasi ini akan difokuskan untuk memperkuat entitas anak di sektor jasa keuangan, khususnya Bank MNC dan MNC Asuransi, yang membutuhkan tambahan modal untuk mendukung ekspansi bisnis. Selain itu, dana juga akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak usaha, terutama dalam pengembangan layanan keuangan digital (digital financial services), serta diversifikasi sumber pendanaan jangka pendek dan panjang.
Dalam keterbukaan informasi di BEI pada 23 Juni 2026, Sekretaris Perusahaan BCAP Steffi Elizabeth menjelaskan bahwa dana hasil aksi korporasi ini akan difokuskan untuk memperkuat entitas anak di sektor jasa keuangan. Dari sisi pelaksanaan, rights issue dapat dilakukan maksimal 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB dan efektif dari OJK. Sementara private placement memiliki jangka waktu lebih panjang, yakni hingga dua tahun sejak persetujuan RUPSLB atau sampai 25 Juni 2028.
Proyeksi laporan keuangan per 31 Desember 2025 menunjukkan bahwa aksi korporasi ini akan memperkuat neraca secara signifikan. Total aset BCAP diproyeksikan naik dari Rp 29,03 triliun menjadi Rp 32,02 triliun, sementara ekuitas meningkat dari Rp 5,41 triliun menjadi Rp 8,40 triliun. Dengan struktur permodalan yang lebih sehat, rasio liabilitas terhadap aset menurun dari 81,34% menjadi 73,76%, dan rasio utang terhadap ekuitas (DER) juga turun dari 435,84% menjadi 281,09%. Namun demikian, aksi korporasi ini juga membawa konsekuensi bagi pemegang saham lama. Potensi dilusi kepemilikan diperkirakan mencapai maksimal 41,17% apabila seluruh penerbitan saham baru terserap penuh.
Dengan struktur yang cukup besar ini, perusahaan ini tetap membutuhkan… [content truncated].
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BCAP
* **Sentimen Negatif:** –
*Tanggal Source Berita: Kamis, 25 Juni 2026 13:48:00 WIB*