Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
Jakarta, Pintu News – Kabar mengejutkan datang dari balik layar perusahaan roket milik Elon Musk, SpaceX. Sebuah dokumen yang baru saja dibuka ke publik mengungkap fakta mengejutkan tentang siapa saja yang pernah menjadi pemilik saham SpaceX sebelum perusahaan ini melantai di bursa.
Ternyata, sejumlah investor dari China dan negara lain secara diam-diam telah membeli saham SpaceX melalui jalur yang tidak biasa. Temuan ini menyoroti isu sensitif terkait keamanan nasional dan potensi kebocoran teknologi strategis Amerika Serikat.
Sebelum SpaceX melakukan penawaran saham perdana (IPO), sejumlah investor asing, termasuk dari China, Hong Kong, dan Rusia, berhasil mendapatkan saham perusahaan tersebut. Mereka memanfaatkan perantara bernama Tomales Bay Capital, sebuah firma investasi asal Amerika Serikat yang dikenal dekat dengan jajaran eksekutif SpaceX.
Investasi yang dilakukan memang relatif kecil, berkisar antara $800.000 hingga $40.000.000, namun tetap menimbulkan kekhawatiran karena SpaceX terlibat dalam proyek-proyek sensitif pemerintah AS, seperti pembuatan satelit mata-mata untuk Pentagon. Salah satu nama yang mencuat adalah David Su, pendiri perusahaan modal ventura ternama di Beijing, MPCi.
Melalui entitas miliknya, Su menanamkan dana sebesar $15.000.000 ke dalam salah satu dana investasi SpaceX pada tahun 2020. MPCi sendiri diketahui pernah bekerja sama dengan dana investasi pemerintah China dan menjadi pendukung utama beberapa perusahaan satelit yang akhirnya dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS. Meski tidak ditemukan bukti pelanggaran, keterlibatan investor seperti Su tetap menjadi perhatian utama otoritas keamanan nasional Amerika.
Pemerintah Amerika Serikat telah lama menyoroti strategi China yang kerap menggunakan investasi di sektor-sektor sensitif sebagai pintu masuk untuk mendapatkan akses teknologi canggih. Tidak ada larangan mutlak bagi investor China untuk menanamkan modal di perusahaan kontraktor militer AS, namun regulasi yang ketat diterapkan untuk mencegah kebocoran informasi rahasia.
SpaceX sendiri sangat menyadari risiko ini, terbukti dengan larangan bagi investor asal China dan Hong Kong untuk ikut serta dalam IPO mereka baru-baru ini. Selain China, dokumen yang diungkap ProPublica juga menunjukkan adanya investasi dari entitas yang beralamat di Rusia dan Qatar.
Salah satu perusahaan asal Qatar, Bracket Capital, bahkan tercatat menanamkan dana hingga $48.000.000 melalui beberapa transaksi antara 2017 hingga 2020. Meski sebagian … [content truncated]
*Tanggal Source Berita: Kamis, 25 Juni 2026 17:16:18 WIB*