Rabu, 24 Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia turun sebesar 1,62% menjadi level 6.002,20, menurut data yang diterima oleh EinsNews. Turunannya terjadi setelah awalnya menguat hingga ke level 6.171,38, menunjukkan tekanan di pasar saham Indonesia. Tekanan tersebut didorong oleh penurunan signifikan di sektor teknologi, seperti yang disimpulkan dalam laporan dari Danske Bank.
Danske Bank juga melaporkan aksi jual saham global yang tajam dipimpin oleh penurunan lebih dari 4% di sektor teknologi. Meskipun beberapa sektor defensif sebenarnya berakhir lebih tinggi, dampak ini tidak dapat menutupi tekanan utama di pasar saham. Ini memicu kekhawatiran kembali di pasar.
Sementara itu, terjadi penurunan harga saham strategis (MSTR), yang merupakan perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Berdasarkan data dari TradingView, harga MSTR turun sekitar 40% sejak awal Juni 2026 dan telah kehilangan lebih dari 82% dari puncak harganya. Tekanan tersebut dipicu oleh langkah Strategy yang menjual 32 BTC untuk membantu memenuhi kewajiban pembayaran dividen pada awal Juni lalu, yang merupakan penjualan Bitcoin pertama perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Analisis menyatakan bahwa apabila tekanan terhadap saham MSTR terus berlanjut, perusahaan berpotensi menghadapi pilihan yang lebih sulit, seperti menerbitkan saham baru, menggunakan lebih banyak cadangan kas, atau menjual sebagian Bitcoin. Penurunan harga MSTR juga memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto dan arus keluar dari ETF spot Bitcoin, meningkatkan tekanan jual di pasar kripto.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** MSTR
*Tanggal Source Berita: Jumat, 26 Juni 2026 05:54:25 WIB*