Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Request timed out.
Isi berita asli:
SINAR HARAPAN- Pengunduran diri Keir Starmer setelah menjabat kurang dari dua tahun tidak bisa dilepaskan dari tekanan kebijakan ekonomi yang terus membayangi pemerintahannya.
Sejumlah keputusan ekonomi yang diambil justru memicu perdebatan luas, baik di parlemen maupun di kalangan pelaku usaha.
Kombinasi tekanan ekonomi, kritik dari dunia usaha, serta perpecahan internal partai membuat posisi Starmer semakin terjepit hingga akhirnya ia memilih untuk mundur dari jabatan perdana menteri Inggris.
Baca Juga: Saham LAJU Masih Catat Performa Bulanan Positif, Rencana Aksi Korporasi Terbaru Ini Layak Dicermati!
Starmer mewarisi kondisi fiskal yang cukup berat. Saat ia mulai menjabat, pinjaman pemerintah Inggris berada di kisaran 5 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara rasio utang publik mendekati 100 persen dari output ekonomi nasional.
Di saat yang sama, layanan publik juga berada di bawah tekanan besar, termasuk National Health Service (NHS) yang mencatat daftar tunggu pasien mencapai 7,8 juta orang.
Dikutip dari laporan Bloomberg Rabu (24/6/2026). Sejumlah kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah kemudian menuai kritik dari berbagai pihak.
Baca Juga: Harga Emas Antam (ANTM) Logam Mulia Rabu Merosot, Emas Dunia (XAUUSD) Melorot!
Pemotongan bantuan biaya bahan bakar musim dingin bagi sebagian pensiunan mendapat penolakan dari anggota parlemen sayap kiri Partai Buruh.
Di sisi lain, kenaikan pajak kepada dunia usaha memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap investasi dan biaya operasional.
Dalam anggaran pertamanya pada Oktober 2024, pemerintah Starmer menargetkan perbaikan layanan publik sebagai prioritas utama.
Baca Juga: MSCI 2026 Market Classification Review 24 Juni 2026: Status Emerging Market Belum Permanen, Review Indeks November 2026 Jadi Penentu!
Untuk membiayai agenda tersebut, pemerintah berhasil mengumpulkan sekitar £40 miliar melalui berbagai kebijakan perpajakan, serta menambah pinjaman sebesar £30 miliar.
*Tanggal Source Berita: Rabu, 24 Juni 2026 11:20:30 WIB*