SpaceX Listing , IPO Terbesar dalam Sejarah dengan Valuasi US$ 1,77 Triliun

Internasional IPO Riset Saham

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘Authentication Error, Invalid proxy server token passed. Received API Key = sk-…GHqA, Key Hash (Token) =d2b06277baa182ab5db6168ed69dfefda4df2efb7c57031645291937f0d4379d. Unable to find token in cache or `LiteLLM_VerificationTokenTable`’, ‘type’: ‘token_not_found_in_db’, ‘param’: ‘key’, ‘code’: ‘401’}}

Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily

NEW YORK, investor.id – Perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, SpaceX, secara resmi bersiap melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/ IPO) yang memecahkan rekor sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Melalui dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), SpaceX menetapkan harga saham di angka US$ 135 per lembar dengan total dana yang dihimpun mencapai US$ 75 miliar.

Langkah ini menetapkan nilai pasar atau valuasi SpaceX di angka US$ 1,77 triliun, menjadikannya perusahaan ketujuh paling berharga di Amerika Serikat (AS), bahkan melampaui valuasi Tesla. Debut perdana saham SpaceX di bursa Nasdaq dijadwalkan akan berlangsung pada Jumat ini.

Investor yang membeli saham SpaceX di harga US$ 135 ini pada dasarnya melakukan taruhan besar pada sosok Elon Musk. Pasalnya, secara fundamental, perusahaan ini masih mencatatkan kerugian bersih, dengan total defisit kumulatif mencapai US$ 41,3 miliar sejak didirikan pada 2002.

Meski demikian, SpaceX mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan yaitu mencapai US$ 18,67 miliar tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh unit bisnis internet satelit Starlink, satu-satunya unit yang saat ini telah mencetak laba, serta integrasi dengan divisi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) xAI.

Dalam prospektusnya, SpaceX mengungkapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) pada kuartal I-2026 melonjak tajam hingga US$ 10,1 miliar.

Sebagian besar biaya tersebut sebesar US$ 7,7 miliar dialokasikan untuk pengembangan AI.

Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan yang memposisikan dirinya sebagai perusahaan AI terintegrasi secara vertikal, yang mencakup perangkat keras, data, hingga model bahasa besar (large language model/ LLM).

Investor Wall Street memberikan sambutan beragam namun optimistis. Analis dari Oppenheimer memberikan peringkat outperform dengan target harga US$ 190, sementara New Street Research menetapkan target di angka US$ 165.

IPO ini diproyeksikan akan membawa Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia. Dengan kepemilikan saham di SpaceX yang bernilai US$ 866,5 miliar ditambah kepemilikan di Tesla, kekayaan Musk diperkirakan akan menembus angka fantastis.

Selain itu, Musk tetap memegang kendali penuh atas perusahaan dengan kekuatan suara (voting power) lebih dari 82%, yang memberinya otoritas mutlak dalam menentukan arah kebijakan dewan direksi.

Langkah SpaceX melantai … [content truncated]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *