Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah merumuskan strategi untuk meningkatkan proporsi saham publik atau free float mereka, sejalan dengan regulasi baru yang ditetapkan oleh otoritas pasar. Mandat ini mengharuskan emiten untuk meningkatkan free float hingga 15%, sebuah langkah yang diharapkan dapat memperkuat likuiditas jangka panjang di pasar saham.
Meskipun langkah ini berpotensi memberikan manfaat dalam hal likuiditas, para analis memperingatkan bahwa peningkatan yang cepat dalam free float dapat memicu tekanan jual yang signifikan dalam jangka pendek. Hal ini berpotensi menyebabkan fluktuasi harga yang tidak stabil, mengingat reaksi pasar terhadap penawaran saham baru atau peningkatan jumlah saham yang beredar.
Oleh karena itu, emiten perlu merancang strategi yang cermat untuk meningkatkan free float tanpa mengorbankan stabilitas harga saham mereka. Langkah-langkah tersebut meliputi penawaran umum saham tambahan (rights issue) dan program buyback yang terencana, yang dapat membantu memitigasi dampak negatif dari peningkatan free float ini.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** –
* **Sentimen Negatif:** –