Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan setelah lonjakan dua hari sebelumnya, mencatatkan pelemahan sebesar 16,34 poin atau 0,28% pada perdagangan Kamis (11/6), berada di level 5.886,03. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual yang dilakukan oleh investor asing, yang mencatatkan net sell sebesar Rp 252,65 miliar di seluruh pasar, dengan net sell di pasar reguler mencapai Rp 261,60 miliar. Namun, di sisi lain, pasar tunai dan pasar negosiasi mencatatkan net buy sebesar Rp 8,95 miliar.
Meskipun IHSG melemah, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi sorotan dengan minat beli asing yang signifikan, mencapai Rp 388 miliar. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan di pasar secara keseluruhan, investor asing masih melihat potensi di BBCA sebagai peluang investasi yang menarik. Selain BBCA, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga mencatatkan net buy masing-masing sebesar Rp 97,2 miliar dan Rp 87,8 miliar.
Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net sell terbesar di kalangan investor asing dengan nilai Rp 203,7 miliar, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Astra International Tbk (ASII). Penurunan IHSG juga dipicu oleh enam sektor yang mengalami pelemahan, dengan sektor barang baku tergerus hingga 4,27%, diikuti sektor energi yang melorot 2,12%.
Namun, tidak semua sektor terpengaruh negatif. Sektor keuangan mencatat penguatan sebesar 1,36%, didorong oleh performa positif dari BBCA. Total volume transaksi bursa mencapai 33,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 22,27 triliun, di mana 419 saham mengalami penurunan, sementara 265 saham menguat. Meskipun IHSG mengalami penurunan harian, secara keseluruhan, IHSG masih mencatatkan penguatan 0,79% dalam lima hari perdagangan terakhir dan 31,93% sejak awal tahun.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** BBCA
* **Sentimen Negatif:** BBRI, DSSA, ASII