Energi Mega Persada Siapkan Rights Issue Rp 4,1 Triliun untuk Ekspansi Bisnis

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas yang bernaung di bawah Grup Bakrie, telah mengumumkan pelaksanaan rights issue dengan harga Rp 310 per saham. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana hingga Rp 4,1 triliun dari penerbitan 13,3 miliar saham baru, dengan rasio dua saham lama mendapatkan satu hak. Namun, langkah ini juga membawa dampak dilusi hingga 33,3% bagi pemegang saham yang tidak ikut berpartisipasi.

Dana yang diperoleh dari rights issue ini direncanakan akan digunakan untuk penyertaan modal pada anak perusahaan dan modal kerja. Di sisi lain, PT Shima Global Kapital, yang menjadi pengendali ENRG, menyatakan tidak akan melaksanakan haknya dan akan mengalihkan 2,3 miliar rights kepada PT Bakrie Kalila Investment, yang juga berperan sebagai pembeli siaga hingga 10,5 miliar rights.

Dalam hal strategi bisnis, ENRG berencana untuk fokus pada akuisisi blok gas yang sudah berproduksi, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Manajemen ENRG mengungkapkan bahwa sekitar 80% dari total produksi mereka berasal dari gas, dan mereka berharap untuk mendapatkan blok gas dengan umur cadangan minimal 10 tahun. Rencana ini sejalan dengan penurunan produksi migas yang terjadi sepanjang tahun 2025, di mana total produksi turun 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun mengalami penurunan dalam produksi gas, produksi minyak ENRG justru mengalami kenaikan sebesar 2,5% dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh akuisisi tiga blok yang sudah berproduksi, yaitu Blok Siak, Blok Kampar, dan peningkatan kepemilikan di Blok Kangean. Tahun ini, ENRG menargetkan pertumbuhan produksi minyak sekitar 10-15% seiring dengan peningkatan usaha akuisisi yang lebih agresif. Dengan langkah-langkah strategis ini, ENRG berusaha untuk memperkuat posisinya di pasar energi nasional.

**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** ENRG, Bakrie Kalila Investment
* **Sentimen Negatif:** –