EinsNews, JAKARTA — PT Citra Borneo Utama Tbk. (CBUT), sebuah emiten yang bergerak di sektor pengolahan dan hilirisasi kelapa sawit, telah mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp8,99 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). Fasilitas ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional perusahaan, yang diproyeksikan akan memperkuat posisi CBUT di pasar yang semakin kompetitif.
Perjanjian fasilitas kredit ini, yang ditandatangani pada Rabu (10/6/2026), memiliki plafon maksimal mencapai Rp8.995.400.000.000 dan berlaku selama 24 bulan. Sekretaris Perusahaan CBUT, Alex Dwi Adha, menjelaskan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat operasional dan tidak ada hubungan afiliasi antara CBUT dan BRI, menegaskan bahwa transaksi ini dilakukan dengan pihak independen.
Dalam konteks proyeksi kinerja, CBUT menargetkan volume produksi mencapai 1,16 juta ton pada tahun 2026, meningkat signifikan sebesar 51,79% dari realisasi 603.670 ton pada tahun sebelumnya. Dari sisi keuangan, pendapatan diperkirakan akan melonjak 59,60% menjadi Rp23,43 triliun, dengan laba bersih yang juga diproyeksikan meningkat 44,18% menjadi Rp240,31 miliar. Hal ini menunjukkan optimisme yang kuat dari manajemen CBUT dalam menjalankan rencana ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi.
Direktur Utama CBUT, Rorry Christian Tobing, menambahkan bahwa perusahaan saat ini tengah menyelesaikan pembangunan pabrik Refinery & Fractionation II dengan kapasitas 1.500 Tons Per Day (TPD). Pabrik baru ini, yang diharapkan rampung pada Juli 2026, akan memperkuat fasilitas existing yang sudah ada, di mana kapasitas produksi Refinery mencapai 2.500 TPD. Dengan adanya pabrik baru, volume penjualan produk olein dan stearin diharapkan akan meningkat, berkontribusi positif terhadap pendapatan CBUT ke depan.
**Sentimen Saham:**
* **Sentimen Positif:** CBUT, BBRI
* **Sentimen Negatif:** –