Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari. Foto: Antara/Darryl Ramadhan.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level yang menarik. Penilaian tersebut didukung oleh valuasi pasar yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata historis maupun pasar regional, serta membaiknya kinerja emiten.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pergerakan IHSG kini semakin konvergen dengan indeks acuan global yang diterbitkan oleh MSCI dan FTSE Russell.
Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap berbagai reformasi yang dilakukan regulator di sektor pasar modal. Reformasi tersebut ditujukan untuk menjawab sejumlah isu utama yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.
“Selain itu, kinerja emiten pada kuartal I-2026 menunjukkan tren yang positif. Perbaikan pendapatan dan profitabilitas perusahaan dinilai memberikan dukungan fundamental bagi prospek pasar saham domestik,” kata Friderica dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026.
Baca juga: Rabu Pagi, IHSG Naik 2,57% ke Level 5.894
Pasar modal Indonesia punya daya tahan kuat
Di sisi lain, pasar modal Indonesia dinilai tetap memiliki ketahanan yang kuat berkat dukungan investor domestik, khususnya investor ritel yang terus bertambah.
Jumlah investor pasar modal tercatat meningkat dari 12,17 juta pada 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026. Dari jumlah tersebut, investor individu mendominasi dengan 26,43 juta investor, jauh melampaui jumlah investor korporasi maupun investor reksa dana.
Meski demikian, Friderica menilai ruang untuk memperdalam pasar modal masih terbuka lebar. Hingga April 2026, jumlah investor aktif harian baru mencapai sekitar 448 ribu investor atau setara 1,69 persen dari total investor.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat literasi dan pelindungan investor, menjaga integritas pasar, serta memperdalam pengembangan berbagai produk pasar modal.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan jumlah investor secara kuantitatif, tetapi juga memperkuat fondasi pasar modal nasional agar semakin sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, OJK juga terus memperkuat pengawasan yang bersifat forward-looking melalui pelaksanaan stress test secara berkala serta pemantauan terhadap risiko likuiditas, permodalan, kualitas a… [content truncated]