Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
JAKARTA, BISNISIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level menarik. Hal ini didorong oleh valuasi yang lebih rendah dibandingkan periode historis dan pasar regional, serta perbaikan kinerja emiten.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026. Menurutnya, pergerakan IHSG juga semakin konvergen seiring dengan indeks acuan global yang diterbitkan oleh MSCI dan FTSE Russell.
Friderica menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan pasar mulai merespons positif langkah-langkah reformasi yang dilakukan oleh regulator di pasar modal. Reformasi tersebut bertujuan untuk menjawab isu-isu utama yang menjadi perhatian pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.
Kinerja emiten pada kuartal I 2026 menunjukkan tren positif. Perbaikan pendapatan dan profitabilitas perusahaan dinilai memberikan dukungan fundamental bagi prospek pasar saham domestik ke depan.
Friderica juga menekankan ketahanan struktur pasar modal Indonesia, yang didukung oleh basis investor domestik. Investor ritel terus bertambah, dengan jumlah investor pasar modal meningkat dari 12,17 juta pada 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026.
Dari total 26,49 juta investor tersebut, investor individu mendominasi dengan 26,43 juta. Ini jauh lebih besar dibandingkan dengan jumlah investor korporasi dan reksa dana.
Meski demikian, Friderica mengingatkan bahwa masih banyak ruang untuk pendalaman pasar. Jumlah investor aktif harian baru mencapai sekitar 448.000, setara dengan 1,69 persen dari total investor per April 2026.
Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat literasi dan perlindungan investor. OJK juga akan menjaga integritas pasar dan memperdalam pengembangan produk pasar modal.
Langkah-langkah ini bertujuan agar pertumbuhan jumlah investor tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga menjadi fondasi bagi pasar modal nasional yang lebih sehat dan inklusif.