Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 400 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.BadRequestError: You passed in model=kimi-k2.6. There are no healthy deployments for this modelNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘400’}}
Isi berita asli:
Saham GMFI turun hampir 40% YTD dan kembali ke Rp50. Dengan free float hanya 6,5%, saham ini butuh katalis baru. Kira-kira langkah apa yang akan dilakuka manajamen ke depan? menarik buat dilirik lagi sahamnya?
Mikirduit – Aksi korporasi GMFI tampaknya masih akan berlanjut. Fokus perbaikan neraca dan peningkatan free float menjadi hal yang krusial, apalagi saham-nya sudah kembali di level gocap. Kira-kira gimana prospeknya ke depan? apakah sekarang menarik untuk mulai lirik lagi?
Sepanjang 2026, saham GMFI masih betah dalam tren turun dengan terjun hampir 40 persen dan kini sudah di level gocap.
Level saat ini membuat pelaku pasar khawatir, jika bertahan terlalu akan memicu risiko diperdagangkan ke papan pemantauan khusus, yang membuat harga bisa jebol ke bawah Rp50.
Namun, untuk bisa ke situ, ada syarat tertentu, harga level gocap harus bertahan minimal bertahan selema tiga bulan, likuiditas tipis dengan nilai transaksi hanya Rp5 juta per hari, dan volume transaksi rata-rata harian kurang dari 10.000 lembar saham.
Sejauh ini, selama aktivitas transaksi harian GMFI masih berada di atas ambang batas kritis tersebut, saham perseroan tidak akan serta-merta didegradasi ke papan pemantauan khusus.
Di sisi lain, kami juga melihat ada beberapa sentimen menarik yang potensi bisa menjadi pengerek harga saham GMFI mendatang.
Berdasarkan paparan public expose perseroan terbaru, GMFI membagi 5 proyek utama yang ditargetkan menjadi driver pertumbuhan dalam tiga tahun mendatang.
1. Kertajati Aerospace Park (KSO dengan BIJB)
GMFI bersama BIJB sedang mengembangkan Kertajati Aerospace Park dengan fokus membangun ekosistem MRO pertahanan di Indonesia. Dalam proyek ini GMFI akan menjadi anchor tenant dan menargetkan kontribusi pendapatan lebih dari 2 juta dolar AS dalam tiga tahun ke depan seiring meningkatnya aktivitas perawatan pesawat militer dan pengembangan kawasan dirgantara tersebut.
GMFI memanfaatkan hanggar milik Pelita Air di Pondok Cabe untuk menambah kapasitas perawatan pesawat, khususnya segmen narrowbody dan turboprop. Langkah ini ditujukan untuk menangkap tingginya permintaan MRO domestik, dengan potensi tambahan pendapatan lebih dari 3 juta dolar AS dalam tiga tahun ke depan.
Perseroan juga melakukan ekspansi kapasitas hanggar di Bandara Soekarno-Hatta sebagai basis operasional utama. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan perawatan pesawat narrowbody maupun widebody, dengan estimasi kontribusi pendapatan lebih … [content truncated]

