Saham-saham semikonduktor mengalami aksi jual paling agresif dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu, dipicu oleh panduan pendapatan Broadcom yang mengecewakan. Indeks iShares Semiconductor ETF (SOXX) ambles hingga 10 persen ke level 540 dolar AS, menyeret indeks Nasdaq turun 4 persen — penurunan terburuk sejak April 2025. Meskipun Broadcom mencatatkan rekor pendapatan kuartal fiskal kedua sebesar 22,2 miliar dolar AS (naik 48 persen tahunan) dengan pendapatan chip AI melonjak 143 persen menjadi 10,8 miliar dolar AS, proyeksi pendapatan chip AI untuk kuartal berjalan yang hanya mencapai 16 miliar dolar AS dan target fiskal 2027 yang stagnan di 100 miliar dolar AS membuat investor kecewa. CEO Broadcom Hock Tan menyebutkan bahwa pemesanan AI telah melampaui 30 miliar dolar AS dan permintaan tetap ‘benar-benar tak terpuaskan’, namun hal itu tidak cukup untuk meredam aksi jual.
Aksi jual menyebar luas ke seluruh sektor, dengan Marvell turun 17 persen, Micron 13 persen, serta Intel dan AMD masing-masing melemah 11 persen. Saham Broadcom sendiri tercatat anjlok hingga 20 persen secara kumulatif. Tekanan tambahan datang dari data ketenagakerjaan AS bulan Mei yang lebih kuat dari ekspektasi, dengan penambahan 172.000 pekerjaan — dua kali lipat perkiraan analis — dan tingkat pengangguran di 4,3 persen. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke 4,54 persen, menekan valuasi saham teknologi berkapitalisasi besar yang sebelumnya melonjak tinggi.
Memasuki pekan baru, sentimen pasar mulai pulih seiring meredanya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran. De-eskalasi tersebut mendorong harga minyak melemah (WTI turun 0,54 persen, Brent 0,41 persen), memberikan ruang bagi investor untuk kembali melirik aset berisiko. Saham-saham chip rebound tajam, dengan Intel melonjak 11,19 persen dan Micron naik 9,87 persen. Pemulihan ini menunjukkan bahwa fundamental sektor semikonduktor tetap solid di tengah volatilitas jangka pendek, meskipun investor tetap mencermati prospek pertumbuhan AI dan kebijakan moneter ke depan.

