Saham DPUM Meroket 72% di Tengah Kinerja IHSG yang Terpuruk pada Mei 2026

Bursa Efek Indonesia mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.127,38 pada akhir Mei 2026, mengalami penurunan signifikan sebesar 11,92% secara bulanan. Di tengah tekanan pasar yang meluas, saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) justru menjadi primadona dengan melonjak 72,41% secara month-to-month, menjadikannya emiten dengan kenaikan tertinggi atau top gainer sepanjang bulan tersebut.

Sepanjang Mei 2026, aktivitas perdagangan saham di bursa masih tergolong tinggi. Tercatat frekuensi transaksi mencapai 38,5 juta kali, dengan total volume saham yang berpindah tangan sebanyak 612,77 miliar lembar dan nilai transaksi menembus Rp365,73 triliun. Namun, seluruh sektor saham berdasarkan indeks IDX-IC tercatat berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 22,61%, disusul sektor energi yang anjlok 22,46%, dan sektor industri yang ambles 19,79%.

Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektoral yang ekstrem, di mana investor cenderung memilih saham-saham berkapitalisasi kecil dengan volatilitas tinggi untuk meraih keuntungan jangka pendek, sementara sektor utama justru mengalami aksi jual besar-besaran. Kondisi ini mencerminkan sentimen pasar yang masih rapuh dan rentan terhadap tekanan eksternal maupun domestik. Para analis memperingatkan bahwa kinerja IHSG yang tertekan dan dominasi top gainers dari saham berisiko tinggi bisa menjadi sinyal bahwa pasar sedang dalam fase konsolidasi yang tidak stabil, sehingga investor perlu lebih selektif dalam menyusun portofolio ke depan.