OpenAI, pengembang ChatGPT, resmi mengajukan pendaftaran IPO secara rahasia di Amerika Serikat pada 8 Juni 2026. Perusahaan mengincar target valuasi hingga USD1 triliun, menyusul langkah Anthropic yang lebih dulu mengajukan IPO pada 1 Juni dengan valuasi USD965 miliar. Langkah ini menandai gelombang IPO raksasa kecerdasan buatan ke pasar publik dan berpotensi memicu minat investor global terhadap saham bertema AI.
Secara finansial, OpenAI mencatatkan pendapatan bulanan sekitar USD2 miliar per Maret 2026, dengan putaran pendanaan terakhir menghasilkan valuasi USD840 miliar. ChatGPT kini memiliki lebih dari 900 juta pengguna aktif mingguan dan 50 juta pelanggan konsumen, menjadikannya salah satu produk AI dengan adopsi tercepat di dunia. Namun, perusahaan diproyeksikan belum meraih profitabilitas hingga 2030 karena beban biaya pelatihan model frontier yang mahal.
Microsoft, yang telah menginvestasikan USD13 miliar sejak 2019, menjadi pendukung utama OpenAI. Investor besar lain termasuk SoftBank, Amazon, Nvidia, dan Google. Integrasi teknologi GPT ke dalam produk Microsoft memperkuat posisi raksasa perangkat lunak ini di pasar global, sementara Nvidia diuntungkan dari permintaan chip untuk pelatihan AI. Investor yang mengincar eksposur tidak langsung dapat mencermati saham Microsoft atau Nvidia, serta instrumen seperti Invesco QQQ Trust yang menampung saham teknologi Nasdaq-100.
Anthropic, pesaing utama yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI, telah mengajukan IPO lebih dulu dengan valuasi USD965 miliar setelah pendanaan senilai USD65 miliar. Persaingan ini menandakan bahwa pasar publik kembali membuka pintu bagi raksasa AI. Investor disarankan untuk mencermati risiko valuasi tinggi yang melekat pada saham-saham tersebut sebelum mengambil keputusan investasi.