OpenAI Ajukan IPO Rahasia, Persaingan dengan Anthropic Semakin Sengit

Perusahaan kecerdasan buatan di balik ChatGPT, OpenAI, secara resmi mengajukan dokumen penawaran umum perdana (IPO) secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Langkah ini merupakan sinyal awal bahwa raksasa AI tersebut bersiap melantai di bursa saham, meskipun manajemen menegaskan tidak akan terburu-buru dalam waktu dekat.

Dalam pernyataan resminya, OpenAI mengakui bahwa keputusan untuk menjadi perusahaan publik merupakan serangkaian kompromi yang rumit. “Kami belum memutuskan waktunya; mungkin akan memakan waktu cukup lama karena ada hal-hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan swasta,” tulis OpenAI. Langkah ini muncul sepekan setelah pesaing utamanya, Anthropic, mengumumkan rencana serupa untuk go public.

Persaingan antara OpenAI dan Anthropic—yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, Dario Amodei—kini bergeser ke ranah publik. Kedua perusahaan AI ini bersaing ketat dalam memperebutkan pengguna, konsumen korporat, serta investor. Valuasi pasar swasta keduanya terus mendekati angka US$1 triliun; dalam pendanaan terakhir, OpenAI mencapai valuasi US$852 miliar, sementara Anthropic US$965 miliar. Langkah IPO ini juga mengikuti jejak SpaceX yang dijadwalkan debut di Nasdaq.

Keputusan OpenAI untuk mengungkap rencana IPO lebih awal didasari oleh antisipasi kebocoran informasi. Manajemen mengakui bahwa transisi ke perusahaan publik membutuhkan pertimbangan matang, terutama mengingat banyaknya proyek jangka panjang yang lebih mudah dijalankan sebagai entitas privat. Dengan valuasi yang sudah mendekati level triliunan dolar, pasar akan mencermati siapa yang lebih dulu melantai di bursa saham.

Para analis melihat bahwa IPO OpenAI dan Anthropic akan menjadi salah satu momen paling dinanti di pasar modal AS tahun ini. Persaingan sengit antara kedua perusahaan tidak hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga strategi pendanaan dan ekspansi pasar. Investor ritel pun kini bersiap menyambut era baru di mana kecerdasan buatan menjadi sektor investasi utama setelah teknologi dan e-commerce.