Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}
Isi berita asli:
Jakarta – Di tengah perekonomian yang menantang bagi berbagai iklim usaha, PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata Electronics; IDX: MTDL) mempunyai target untuk meningkatkan pendapatan usaha sebesar 10 persen untuk buku tahun 2026.
Direktur Metrodata Electronics, Sur Hang Aiwan tak menampik bahwa MTDL terdampak dari berbagai dinamika perekonomian dalam negeri maupun global. Misalnya, kenaikkan harga chip yang terganggu karena ada gangguan rantai pasok global.
“Kenaikan untuk chipset ini sebetulnya sudah dari akhir tahun 2025. Jadi, sampai hari ini, itu akan naik terus, karena kebutuhan dari Nvidia itu semakin besar. Sehingga, supply untuk chipset yang untuk hardware lainnya, itu memang terdisrupsi,” ujarnya dalam Public Expose MTDL, Selasa, 9 Juni 2026.
Perlu diketahui, rantai pasok chip global tengah terganggu karena kebutuhan untuk pengembangan artificial intelligence (AI). Nvidia sendiri menjadi pemasok chip yang menyediakan bahan baku tersebut untuk AI, dan banyak dipesan oleh perusahaan pengembang AI, yang merupakan salah satu penyebab disrupsi ini.
Aiwan menambahkan, bahwa kenaikkan harga chip ini sudah di kisaran 20-30 persen. Fenomena ini diperburuk dengan pelemahan mata uang rupiah, yang meningkatkan harga impor bahan baku.
“Awal tahun ini, kita dihadapkan dengan kenaikan komponen. Lalu bulan-bulan, berikutnya itu (diikuti) dengan kenaikan mata uang asing US Dollar, yang memang cukup membuat harga (chip) ini semakin fluktuatif,” imbuhnya.
Semua peristiwa itu mempengaruhi penjualan perusahaan. Meski begitu, MTDL memastikan perusahaan sudah mempersiapkan strategi untuk melewati tahun 2026 yang menantang ini. Untuk mendorong pertumbuhan, MTDL akan memperluas portofolio, memperdalam hubungan dengan pelanggan, serta memperkuat bisnis berbasis pendapatan berulang.
Pada unit bisnis solusi dan konsultasi digital, MTDL akan menata ulang arsitektur solusi dan memperluas kolaborasi dengan prinsipal teknologi alternatif yang lebih efisien. Hal ini salah satunya untuk mengakali situasi rantai pasok chip.
Terakhir, unit bisnis distribusi digital akan memanfaatkan keunggulan portofolio yang dimiliki, termasuk melalui penambahan produk smartphone dan notebook guna menjawab kebutuhan konsumen yang lebih luas.
MTDL juga akan pengaktifan kembali proyek-proyek strategis pemerintah dan BUMN akan membuka peluang lebih besar untuk menawarkan berbagai solusi teknologi kepada sektor publik maupun korporasi.
Berdasarkan strategi tersebut, Direktur Metrodata Elec… [content truncated]