Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengumpulkan para direktur utama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna membahas langkah-langkah perbaikan harga saham di tengah tekanan eksternal yang melanda pasar domestik. Pertemuan yang berlangsung di kompleks parlemen Jakarta pada Selasa (25/3) ini menyoroti kondisi fundamental saham-saham BUMN yang dinilai masih solid, namun terdampak oleh sentimen global yang volatil.
Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pimpinan institusi keuangan negara, antara lain Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta jajaran dari Indonesia Investment Authority (INA), PT Taspen, dan BPJS Kesehatan. Kehadiran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria turut memperkuat sinergi antara parlemen, pemerintah, dan entitas strategis dalam merumuskan solusi.
Dasco menegaskan bahwa kondisi saat ini justru menjadi momentum yang tepat bagi emiten BUMN untuk melakukan pembelian kembali saham (buyback) guna menopang harga di pasar sekunder. Menurutnya, fundamental saham-saham tersebut tetap menarik bagi investor jangka panjang, sehingga langkah buyback dapat menjadi instrumen stabilisasi yang efektif.
Pertemuan ini juga diharapkan mampu mendorong koordinasi yang lebih erat antar bank BUMN dalam merespons dinamika pasar, sembari memanfaatkan posisi likuiditas yang kuat untuk mengoptimalkan nilai perusahaan di mata investor. Ke depan, langkah-langkah konkret dari hasil diskusi tersebut akan menjadi acuan bagi pemerintah dan otoritas terkait dalam menjaga stabilitas sektor perbankan dan pasar modal nasional.