EinsNews, JAKARTA – PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) resmi mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan private placement sebanyak 80 juta lembar saham baru. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan RUPS Independen yang digelar pada 5 Juni 2026, dengan tingkat kuorum kehadiran investor mencapai 88,677% atau setara 2,05 miliar hak suara. Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per lembar, setara dengan 1,30% dari total saham yang telah disetor penuh di perseroan.
Aksi korporasi ini dilakukan dalam rangka memperkuat struktur permodalan perseroan, terutama untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum bank sebagaimana diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2016. Berdasarkan laporan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) per 30 April 2026, modal inti Bank Ina tercatat sebesar Rp2,84 triliun. Penerbitan saham baru ini juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan rasio permodalan di tengah kebutuhan ekspansi bisnis.
Seluruh dana yang diperoleh dari private placement, setelah dikurangi biaya-biaya, akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk penyaluran pembiayaan dan kredit guna mendorong kinerja operasional. Calon pembeli saham baru ini adalah pihak afiliasi, yaitu PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi, yang telah mendapatkan izin dari pemegang saham independen. Langkah ini dinilai dapat mendukung pengembangan kegiatan usaha Bank Ina ke depan tanpa melanggar perjanjian atau ketentuan yang berlaku.
Dari sisi dampak pasar saham, private placement ini berpotensi memberikan sinyal positif bagi investor karena menunjukkan komitmen manajemen dalam memperkuat fundamental perusahaan. Namun, perlu dicermati bahwa penerbitan saham baru dapat menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting, meskipun persentasenya relatif kecil. Ke depannya, keberhasilan aksi ini akan bergantung pada efektivitas penyaluran dana ke sektor produktif serta kemampuan bank menjaga rasio kecukupan modal di atas ambang batas regulator.