Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 503 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.ServiceUnavailableError: ServiceUnavailableError: OpenAIException – auth_unavailable: no auth available (providers=provider-c,kimi, model=kimi-k2.6)No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.ServiceUnavailableError: ServiceUnavailableError: OpenAIException – auth_unavailable: no auth available (providers=provider-c,kimi, model=kimi-k2.6)No fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[] LiteLLM Retried: 20 times, LiteLLM Max Retries: 20’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘503’}}
Isi berita asli:
Untuk Masuk dan Daftar akan kami arahkan ke laman Subscribe Investor Daily
JAKARTA, investor.id – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart mempunyai ruang bebas untuk melakukan manuver lincah dalam menggelar ekspansi bisnis. Keleluasaan ini didukung oleh posisi keuangan perseroan yang solid.
Ketahanan fundamental AMRT tercermin dari dominasi pangsa pasar perseroan yang mencapai 42,2% dan pendapatan konsolidasi yang tumbuh hingga sebesar 7,20% yoy. Diikuti, laba kotor yag menguat sebesar 9,43% yoy menjadi Rp27,7 triliun dengan margin berada di level 21,90%.
Hasilnya, Alfamart mencetak laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 8,35% yoy menjadi Rp3,4 triliun pada periode 2025. Kekuatan kinerja keuangan ini merefleksikan keberhasilan strategi perseroan dalam melebarkan jangkauannya di luar area Jawa.
Terbukti, ekspansi tersebut kini berkontribusi hingga 36,6% dari total gerai yang dimiliki perseroan. Praktis, margin AMRT pun terbilang tahan banting ditandai dengan peningkatan gross profit margin mencapai 21,90%.
“Dengan posisi keuangan yang sangat sehat, ditandai net gearing ratio negatif (-0,22x), AMRT memiliki ruang bermanuver yang aman untuk melanjutkan ekspansinya,” tulis tim Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan dikutip, Senin (8/6/2026).
Broker tersebut mencermati, pemanfaatan jaringan distribusi dari 58 gudang dan 24.434 gerai juga diproyeksi bakal menjadi pendorong kinerja AMRT untuk terus mempertahankan keunggulan kompetitif dan profitabilitasnya di masa mendatang.
Dengan posisi neraca yang sehat dan profil utang yang rendah, Alfamart berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp 42,4 triliun dengan posisi ekuitas mencapai Rp19,3 triliun dan liabilitas sebesar Rp23,1 triliun pada akhir tahun buku 2025. Tingkat interest bearing debts minim di Rp760 miliar dan rasio DER terjaga di level yang rendah yaitu 0,04x.
Dari sisi kebijakan dividen, rapat umum pemegang saham (RUPST) Alfamart telah menyetujui untuk menggunakan sejumlah Rp1,7 triliun dari laba bersih 2025 sebagai dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat pada 25 Juni 2026.
Sedangkan, sebesar Rp1 miliar dari laba bersih Alfamart disisihkan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan anggaran dasar dan undang-undang nomor 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.
Sisa laba bersih sebesar Rp1,7 triliun akan dimanfaatkan AMRT untuk keperluan investasi dan modal kerja perseroan serta dicatat sebagai laba… [content truncated]