BEI: Ada 3 Perusahaan Siap IPO Juni-Juli 2026

Gagal menulis ulang berita menggunakan AI: Error code: 401 – {‘error’: {‘message’: ‘litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]. Received Model Group=kimi-k2.6\nAvailable Model Group Fallbacks=None\nError doing the fallback: litellm.AuthenticationError: AuthenticationError: OpenAIException – Not Enough CreditsNo fallback model group found for original model_group=kimi-k2.6. Fallbacks=[]’, ‘type’: None, ‘param’: None, ‘code’: ‘401’}}

Isi berita asli:
BEI: Ada 3 Perusahaan Siap IPO Juni-Juli 2026

Ketiga calon perusahaan tercatat (emiten) tersebut berasal dari sektor yang berbeda. Rincinya, terdapat satu perusahaan sektor Consumer Non-Cyclical dan dua perusahaan sektor Healthcare.

Perusahaan logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mencatatkan saham perdana (IPO) di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/04/2026). Antara/Muhammad Heriyanto

JAKARTA – Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan, setidaknya terdapat tiga perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa melalui Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) pada periode Juni-Juli 2026.

“Ketiganya berencana akan dicatatkan di akhir Juni atau awal Juli 2026,” kata Nyoman kepada media di Jakarta, Senin (8/6).

Baca Juga: Pipeline IPO BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan, Ini Penyebabnya!

Adapun, ketiga calon perusahaan tercatat (emiten) tersebut berasal dari sektor yang berbeda, yakni satu perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclical dan dua perusahaan dari sektor Healthcare.

“Terdapat satu perusahaan di sektor Consumer Non-Cyclical yang sudah mendapatan Persetujuan Prinsip Bursa dan dua perusahaan di bidang Healthcare, yang berpotensi besar untuk mendapatkan Persetujuan Prinsip Bursa di bulan ini juga,” terangnya.

Sedangkan untuk sembilan calon emiten lain, lanjut dia, statusnya masih dalam proses evaluasi dan penelaahan dokumen.

Secara keseluruhan, Nyoman menyebut, hingga Senin (8/6), tercatat ada sebanyak 12 perusahaan dalam pipeline IPO 2026. Jumlah ini turun dari laporan sebelumnya yang menyebutkan ada sebanyak 15 perusahaan dalam antrean IPO.

Sebelumnya, Nyoman menjelaskan, penyusutan IPO dikarenakan adanya revisi laporan keuangan yang menggunakan laporan keuangan terbaru hingga belum lengkapnya dokumen.

“Ada yang revisi laporan keuangan menggunakan LK terbaru, ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, ada yang belum disetujui,” sebutnya.

Sampai dengan 5 Juni 2026, telah tercatat satu perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp300 miliar.

Merujuk POJK 53/POJK.04/2017, dia membeberkan, terdapat empat perusahaan aset skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar-Rp250 miliar dan delapan perusahaan aset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar yang saat ini berada dalam pipeline IPO.

Dominasi sektor pipeline saham adalah tiga perusahaan Consumer Cyclicals (25%), tiga perusahaan Healthcare (25%), dua perusahaan Consumer No… [content truncated]