Antrean IPO BEI Menyusut Jadi 12 Perusahaan, Target 50 Emiten Baru 2026 Tetap Dikejar

Jumlah perusahaan yang tengah mengantre untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan menjadi 12 emiten, turun dari sebelumnya 15 perusahaan. Penyusutan ini, menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, lebih disebabkan oleh faktor administratif dan teknis, seperti pembaruan laporan keuangan serta pelengkapan dokumen persyaratan yang belum tuntas. Meski demikian, pihak bursa menegaskan bahwa proses persiapan para calon emiten terus berjalan sesuai jadwal masing-masing.

Dari sisi profil aset, mayoritas perusahaan dalam pipeline masih didominasi oleh entitas berskala besar, menandakan minat korporasi untuk menggalang dana melalui pasar modal tetap kuat. Keragaman sektor juga terlihat, mulai dari industri, infrastruktur, hingga jasa, yang diharapkan dapat memperkaya pilihan investasi bagi publik. Namun, realisasi IPO di tahun ini baru mencapai satu perusahaan dengan perolehan dana Rp500 miliar, jauh dari target ambisius BEI yang mematok 50 emiten baru pada 2026.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik tetap optimistis terhadap target tersebut, meskipun antrean saat ini menyusut. Ia menekankan bahwa bursa belum berniat merevisi target lantaran berbagai faktor pertimbangan calon emiten—seperti kondisi pasar, valuasi, dan kesiapan internal—masih terus dievaluasi. Dengan demikian, konsolidasi yang terjadi saat ini justru dinilai sebagai bagian dari proses seleksi alami untuk memastikan kualitas emiten yang akan melantai ke depan, memberikan sinyal positif bagi investor yang menantikan aksi korporasi selanjutnya.