PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) secara resmi mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk melaksanakan aksi korporasi penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (right issue) pada tahun 2026. Langkah ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan di tengah kebijakan tanpa alokasi belanja modal baru untuk tiga tahun ke depan. Manajemen optimistis bahwa injeksi dana segar dari right issue akan menjadi katalis utama dalam mendorong percepatan pertumbuhan bisnis, terutama setelah perusahaan memutuskan untuk mengoptimalkan seluruh fasilitas produksi yang sudah ada.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan agresif, WMPP menargetkan lonjakan pendapatan hingga 105% pada tahun 2026 dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target ini didukung oleh proyeksi utilisasi optimal fasilitas produksi yang mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp6 triliun hingga Rp7 triliun. Manajemen juga menekankan efisiensi biaya produksi dengan mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dan meningkatkan pemanfaatan bahan lokal, seperti bungkil sawit, yang porsinya dalam formulasi pakan unggas akan ditingkatkan dari 2-5% menjadi 10%.
Perseroan menyelenggarakan public expose secara hybrid yang dihadiri oleh 15 peserta, termasuk investor dan pemegang saham, sebagai bagian dari keterbukaan informasi. Ke depannya, WMPP juga akan menggelar investor gathering untuk mengedukasi publik mengenai prospek bisnis dan dampak right issue terhadap kinerja keuangan. Dengan tidak adanya capex baru, fokus operasional perusahaan sepenuhnya diarahkan pada peningkatan tingkat utilisasi fasilitas yang telah dimiliki, yang dinilai menjadi kunci untuk mencapai target pendapatan yang ambisius tersebut.

