PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten grup Bakrie yang bergerak di sektor teknologi mobilitas dan kendaraan listrik, mengumumkan rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue. Perusahaan berencana menerbitkan maksimal 25 miliar saham baru, menjadikannya salah satu aksi korporasi terbesar di industri kendaraan listrik domestik.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 3 Juni 2026, sebanyak 80% dari dana hasil right issue akan dialokasikan kepada entitas anak, yaitu SEI, untuk kebutuhan modal kerja pembelian kendaraan listrik dari VKTR. Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Mei 2026, setelah pengumuman awal pada 10 April 2026.
Hingga saat ini, VKTR belum mengungkapkan harga pelaksanaan maupun rasio HMETD. Meskipun demikian, langkah ini menegaskan komitmen perseroan dalam memperkuat rantai bisnis kendaraan listrik secara terintegrasi, dari manufaktur hingga distribusi operasional. Langkah ini juga berpotensi memengaruhi struktur permodalan dan nilai saham, sehingga menjadi perhatian bagi investor yang mengikuti perkembangan sektor energi bersih.
Analis menilai aksi korporasi ini merupakan sinyal positif bagi ekspansi VKTR di tengah persaingan industri kendaraan listrik nasional yang semakin ketat. Dengan suntikan dana segar yang signifikan, VKTR diharapkan dapat mempercepat pengembangan armada dan meningkatkan pangsa pasar. Namun, investor perlu mewaspadai potensi dilusi saham akibat penerbitan jumlah lembar baru yang besar.
Secara keseluruhan, right issue ini menunjukkan optimisme VKTR terhadap prospek bisnis kendaraan listrik, sekaligus menjadi indikator bahwa perseroan siap menghadapi tantangan likuiditas dan modal kerja. Keputusan final mengenai harga dan rasio HMETD akan menjadi katalis utama bagi pergerakan saham VKTR dalam waktu dekat.