Spekulasi mengenai kemungkinan akuisisi raksasa semikonduktor Intel oleh SpaceX kembali mencuat di kalangan analis investasi. Langkah ambisius yang digagas Elon Musk ini dinilai memiliki dasar finansial yang kuat seiring meroketnya valuasi perusahaan antariksa tersebut. Jika terwujud, akuisisi ini akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah teknologi dan mengubah peta persaingan industri chip global.
Secara finansial, skenario akuisisi ini mulai masuk akal. SpaceX, yang tengah bersiap melantai di bursa dengan valuasi mencapai 1,75 triliun dolar AS, memiliki kapasitas jauh melampaui kapitalisasi pasar Intel yang saat ini berkisar 600 miliar dolar AS. Selisih nilai yang signifikan ini memberikan ruang gerak bagi Musk untuk mengakuisisi Intel tanpa harus membebani neraca keuangan secara berlebihan.
Motivasi strategis di balik rencana ini terletak pada kebutuhan mendesak Musk akan pasokan chip untuk seluruh lini bisnisnya, mulai dari roket hingga kecerdasan buatan. Saat ini, Nvidia mendominasi pasar chip AI, membuat perusahaan seperti xAI, Google, dan OpenAI harus bersaing ketat mendapatkan GPU. Intel, meskipun tertinggal dalam persaingan AI, memiliki keunggulan yang sulit ditandingi: jaringan pabrik semikonduktor canggih di Amerika Serikat dengan pengalaman manufaktur puluhan tahun.
Hubungan bisnis antara Musk dan Intel sebenarnya sudah terjalin melalui proyek kolaborasi Terafab pada April 2026. Dalam proyek tersebut, Intel bersama Tesla dan SpaceX berupaya membangun fasilitas produksi chip raksasa yang akan mengamankan pasokan komponen vital bagi ekosistem Musk. Akuisisi penuh akan mempercepat integrasi vertikal ini, mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal dan memberikan kendali penuh atas rantai pasok chip.
Dampak potensial di pasar saham dan industri diperkirakan sangat besar. Akuisisi Intel oleh SpaceX tidak hanya akan mengerek harga saham kedua perusahaan, tetapi juga memicu konsolidasi di sektor semikonduktor. Langkah ini bisa mendorong pesaing seperti AMD dan TSMC untuk mencari mitra strategis baru, sementara Nvidia harus menghadapi ancaman pemain baru yang memiliki akses ke fabrikasi chip dalam negeri AS. Investor kini menanti keputusan resmi Musk yang bisa mengubah lanskap teknologi global.