Nvidia kembali mengguncang industri dengan RTX Spark, superchip yang memadukan CPU Arm 20 inti dan GPU Blackwell dengan memori 128 GB, yang dijadwalkan rilis pada musim gugur 2026. Langkah ini menandai pergeseran strategis ke AI agen yang berjalan langsung di perangkat (on-device), membuka peluang baru bagi rantai pasok chip dan cloud. Pendapatan data center Nvidia mencapai USD 75,2 miliar pada kuartal fiskal pertama 2027, dari total USD 81,6 miliar, menegaskan dominasinya di infrastruktur AI yang kini merambah ke segmen PC. Mitra peluncuran termasuk Microsoft, MediaTek, Dell, HP, dan Lenovo, yang berpotensi mengubah lanskap komputasi klien.
Dampak langsung terasa pada pemain tradisional seperti Intel dan AMD. Pendapatan klien Intel sebesar USD 7,7 miliar merupakan lebih dari setengah total pendapatannya yang mencapai USD 13,6 miliar, sementara AMD mencatat USD 2,9 miliar pada periode yang sama. Qualcomm bahkan menghadapi ancaman eksistensial dari kombinasi arsitektur Arm dan Windows yang diusung RTX Spark. Meski demikian, Nvidia memiliki sejarah gagal di pasar chip PC lebih dari satu dekade lalu, sehingga risiko eksekusi tetap menjadi catatan bagi investor.
Di sisi lain, pasar Jepang mulai dilirik sebagai tema investasi AI alternatif. Valuasi perusahaan teknologi Jepang hanya berada di kisaran 12–13 kali forward earnings, jauh di bawah Taiwan (18x) dan Korea Selatan (16x). Nama-nama seperti SoftBank, Sony, Fanuc, dan Keyence disebut menarik, didorong oleh kebutuhan robotika, otomasi pabrik, serta pelemahan yen yang meningkatkan daya saing ekspor. Tenaga kerja yang menua mendorong permintaan produktivitas berbasis AI, menawarkan imbal hasil konkret bagi investor global.
Untuk tema cloud, Amazon dan Alphabet tetap menjadi pilihan utama. AWS membukukan pendapatan USD 37,6 miliar pada kuartal pertama 2026 (naik 28% tahunan), sementara Google Cloud mencatat USD 20 miliar dengan pertumbuhan 63% tahunan dan backlog menembus USD 460 miliar—sinyal permintaan AI jangka panjang yang kuat. Alphabet mencatat total pendapatan USD 109,9 miliar (naik 22% tahunan), dengan rasio P/E sekitar 27x, sedikit lebih murah dibanding Amazon di 30x. Investor disarankan mencermati posisi Nvidia yang memimpin transisi, namun tetap waspada terhadap risiko eksekusi di pasar PC yang kompetitif.