PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pencapaian bersejarah pada kuartal pertama tahun 2026. Dari total emiten yang tercatat, sebanyak 80% berhasil membukukan laba bersih, menjadikannya persentase tertinggi dalam lima tahun terakhir. Hal ini menunjukkan fundamental perusahaan tercatat yang semakin solid dan menjadi sinyal positif bagi pasar modal di tengah dinamika ekonomi global.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, memaparkan perbandingan kinerja tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, hanya 63% emiten yang mencetak laba bersih. Sementara itu, dalam rentang 2021 hingga 2025, persentase tersebut berada di kisaran 73% hingga 76%. Lonjakan signifikan pada kuartal I 2026 ini dinilai sebagai cerminan perbaikan fundamental perusahaan tercatat. “Tentu ini dapat dijadikan landasan yang kuat bagi investor dalam mengambil keputusan investasi,” ujar Jeffrey dalam paparannya.
BEI juga melaporkan bahwa sebanyak 828 perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Adapun untuk periode kuartal I 2026, 792 perusahaan tercatat telah memenuhi kewajiban pelaporan tersebut. Tingginya tingkat kepatuhan ini turut mendukung transparansi dan kepercayaan pasar.
Meskipun kinerja fundamental emiten membaik, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama justru mengalami koreksi. Indeks ditutup turun 1,7% ke level 5.839 poin dari perdagangan sebelumnya, mengindikasikan bahwa sentimen pasar jangka pendek masih dipengaruhi oleh faktor eksternal selain laporan keuangan emiten.