EinsNews, JAKARTA — PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU International) memastikan akan membagikan dividen final senilai Rp2,31 per saham dengan total nilai mencapai Rp7,25 miliar. Keputusan tersebut resmi disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (4/6/2026). Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor di tengah tekanan ekonomi global yang masih fluktuatif.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi (TIC) ini mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp24,15 miliar. Setelah dipotong dana cadangan wajib Rp100 juta, sisa laba bersih sebesar Rp16,80 miliar dialokasikan untuk menambah saldo laba ditahan. Pendapatan usaha konsolidasi berhasil menembus Rp331,48 miliar, atau tumbuh 7,33% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp308,84 miliar. Sektor sertifikasi menjadi motor pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan 11,96% menjadi Rp110,28 miliar, sementara sektor pengujian tetap menjadi kontributor utama dengan pendapatan Rp134,62 miliar, disusul lini inspeksi Rp86,58 miliar.
Direktur Keuangan MUTU International, Sumarna, menegaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi nyata terhadap loyalitas investor sekaligus cerminan likuiditas yang kuat dan fundamental keuangan yang sehat. “Struktur permodalan yang kokoh dan efisiensi biaya yang ketat menjadi kunci utama bagi MUTU untuk tetap menghasilkan profitabilitas yang stabil di tengah dinamika pasar,” ujarnya dalam public expose usai RUPS. Meskipun memasuki Kuartal I 2026 perseroan menghadapi tantangan siklus pasar temporer dengan pendapatan konsolidasi Rp68,40 miliar dan laba berjalan Rp4,88 miliar, fundamental bisnis inti tetap menunjukkan resiliensi. Pendapatan entitas induk tercatat tumbuh 3,9% menjadi Rp51,73 miliar, mengindikasikan daya tahan sektor TIC di tengah volatilitas ekonomi global.