Menkeu Purbaya Yakin Fundamental Ekonomi Tetap Kuat, IHSG Diyakini Segera Pulih

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme terhadap potensi pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah tekanan pasar saat ini. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan mampu menopang pergerakan indeks ke depan. “Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi masih bagus,” ujarnya di kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Purbaya menambahkan bahwa kondisi pelemahan IHSG saat ini bersifat jangka pendek, didorong oleh faktor psikologis pasar, bukan oleh masalah struktural.

Optimisme tersebut muncul di tengah aksi jual besar-besaran yang menekan IHSG. Pada Rabu (3/6/2026), indeks ditutup turun 4,1% ke level 5.941,1, dengan arus keluar dana asing bersih mencapai Rp 993,2 miliar. Secara kumulatif sejak awal tahun, IHSG telah terkoreksi hingga 31,29% dengan total arus keluar asing sebesar Rp 56,4 triliun. Tekanan berlanjut pada sesi perdagangan Kamis pagi, di mana IHSG langsung anjlok 4,35% ke posisi 5.680 hanya dalam 40 menit pertama transaksi.

Penurunan indeks dipicu oleh kejatuhan seluruh sektor saham, dengan sektor material dasar ambles 7,7%, energi 5,2%, industri 5%, konsumer primer 3,21%, infrastruktur 6,19%, dan keuangan 3,24%. Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) seperti BREN, AMMN, TPIA, BYAN, MORA, INTP, hingga BRPT menjadi pemberat utama. Saham perbankan pun ikut tertekan: BBNI anjlok lebih dari 4%, BBCA dan BBRI masing-masing turun lebih dari 3%, serta BMRI melemah 2%.

Tekanan di pasar saham sejalan dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai titik terendah sepanjang masa di level Rp 18.017 per dolar AS, turun 47 poin dalam sehari. Pelemahan juga terjadi di bursa global, memperkuat sentimen negatif. Meskipun demikian, Menteri Keuangan meyakinkan bahwa pemerintah akan menjaga sentimen pasar dan tidak hanya berfokus pada fundamental ekonomi. Ia pun enggan memprediksi level IHSG ke depan, namun meminta investor tidak ragu untuk terus menanamkan modal, seiring upaya pemerintah memperbaiki seluruh aspek perekonomian.