Langkah strategis dilakukan oleh Lukas Biewald, anggota dewan direksi Xometry, yang baru-baru ini mengakuisisi saham perusahaan senilai US$4 juta atau setara sekitar Rp64 miliar. Transaksi ini menandai pembelian insider dalam jumlah signifikan, yang kerap diartikan sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang emiten teknologi manufaktur tersebut.
Aksi korporasi ini terjadi di tengah upaya Xometry untuk memperkuat posisinya sebagai platform pasar digital jasa manufaktur. Pembelian saham oleh insider kelas direktur biasanya menarik perhatian investor institusional, karena menunjukkan bahwa pihak internal yakin valuasi saat ini masih undervalued. Dalam konteks pasar saham, langkah Biewald dapat memicu sentimen positif dan mendorong minat beli dari investor ritel.
Dari sisi fundamental, Xometry telah mencatat pertumbuhan pendapatan yang solid dalam beberapa kuartal terakhir, meskipun masih membukukan kerugian bersih. Pembelian saham oleh insider sering kali menjadi katalis jangka pendek, tetapi juga mencerminkan optimisme terhadap strategi ekspansi perusahaan ke depan. Analis memperkirakan bahwa transaksi ini dapat menjadi pemicu bagi aksi serupa dari eksekutif lain.
EinsNews menilai bahwa langkah Biewald ini patut dicermati oleh para pelaku pasar yang sedang mencari sinyal bottom dalam saham teknologi. Meskipun volume transaksi harian Xometry tidak terlalu besar, aksi insider buying bernilai miliaran rupiah ini berpotensi menjadi katalis yang memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan di tengah volatilitas sektor teknologi global.

