Ekspansi Grup Terintegrasi: Petrosea Siapkan Dana Rp1,3 Triliun untuk Rights Issue Singaraja Putra

PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana menggelontorkan dana hingga Rp1,3 triliun untuk mendukung aksi korporasi rights issue PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi grup yang terintegrasi di sektor pertambangan dan infrastruktur, dengan target memperkuat posisi di rantai nilai industri.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Petrosea akan melaksanakan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya serta bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) atas saham baru yang tidak terserap pemegang saham lainnya. SINI sendiri berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, setara 60% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, potensi perolehan dana mencapai sekitar Rp3,6 triliun.

Petrosea akan mengeksekusi sekitar 1,8 juta HMETD miliknya sendiri, plus mendapatkan pengalihan hak dari PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang memegang 19,74% saham SINI. Pengalihan tersebut memberikan Petrosea tambahan 142,41 juta HMETD, sehingga total mencapai 144,2 juta HMETD senilai Rp721,14 miliar. Selain itu, Petrosea juga berkomitmen sebagai pembeli siaga dengan dana maksimal Rp580,9 miliar, sehingga total eksposur investasi mencapai sekitar Rp1,3 triliun dalam skenario maksimum.

Dukungan juga datang dari pemegang saham pengendali yang terdiri dari PT Autum Prima Indonesia, Batubara Development Pte Ltd, dan Hapsoro Sukmonohadi. Ketiganya telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan sebagian HMETD mereka dengan nilai setidaknya Rp900 miliar. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mendanai ekspansi operasional pertambangan dan infrastruktur, termasuk akuisisi alat berat, pembangunan fasilitas pendukung, serta modal kerja.

Langkah ini menegaskan ambisi grup untuk meningkatkan sinergi antarentitas dan memperkuat daya saing di sektor sumber daya alam. Dengan injeksi modal yang signifikan, SINI diperkirakan akan mampu mempercepat proyek-proyek strategisnya, sementara Petrosea sebagai kontraktor tambang akan mendapat manfaat dari peningkatan kapasitas operasional grup. Para analis menilai aksi korporasi ini dapat mendorong pertumbuhan laba jangka panjang kedua emiten, meskipun tetap perlu dicermati risiko dilusi saham bagi pemegang saham nonpengendali.