Dividen INCO Diprediksi Melonjak 46% Imbas Pelemahan Rupiah

Aksi Korporasi Emiten Nasional Saham

Emiten tambang nikel terintegrasi, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), menetapkan pembagian dividen tunai sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai dividen tersebut mencapai US$45,6 juta atau setara US$0,00433 per saham. Dalam denominasi rupiah, berdasarkan kurs Rp18.041 per dolar AS, jumlahnya mencapai Rp823,4 miliar atau Rp78,1 per lembar.

Keputusan ini diambil di tengah pertumbuhan laba bersih perseroan yang melonjak 32% secara tahunan menjadi US$76,1 juta. Rasio pembayaran dividen tetap 60%, sama dengan tahun buku sebelumnya, sehingga dividen per saham dalam dolar AS naik 31,6% secara tahunan.

Faktor utama yang berpotensi mendongkrak nilai dividen bagi investor domestik adalah pelemahan nilai tukar rupiah. Dalam satu tahun terakhir, dolar AS menguat sekitar 10,74% terhadap rupiah, mendorong rupiah berkali-kali menyentuh level terendah sepanjang masa di atas Rp18.000. Akibatnya, jika dibandingkan dengan dividen tahun buku 2024 yang setara Rp53,4 per saham (kurs Rp16.255), maka kenaikan dalam rupiah mencapai 46,2%.

Pembayaran dividen akan dilakukan dalam rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia pada 12 Juni 2026. Pemegang saham utama, MIND ID dengan kepemilikan 34%, diperkirakan menerima sekitar US$15,5 juta atau Rp280 miliar, sementara Vale Canada Ltd yang memegang 33,9% saham akan memperoleh sekitar Rp279 miliar. Lonjakan dividen ini menjadi katalis positif bagi investor di tengah tekanan nilai tukar yang berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *