EinsNews, JAKARTA — PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memasuki masa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Kamis, 4 Juni 2026. Investor yang membeli saham AADI paling lambat pada tanggal tersebut berhak memperoleh dividen tunai untuk tahun buku 2025 yang akan dibayarkan pada 18 Juni 2026. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026.
AADI membagikan dividen final sebesar US$200 juta, setara Rp3,56 triliun dengan kurs rupiah saat ini di kisaran Rp18.000 per dolar AS. Nilai dividen per saham mencapai US$0,02568 atau setara Rp462 per lembar. Dengan harga saham AADI yang terkoreksi 5,41% dalam lima hari terakhir ke level Rp7.875, yield dividen yang ditawarkan mencapai sekitar 5,9% — cukup atraktif di tengah volatilitas sektor batu bara.
Perusahaan milik pengusaha Garibaldi ‘Boy’ Thohir ini merupakan entitas hasil pemisahan (spin-off) dari bisnis batu bara termal Grup Adaro. AADI resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2024 dan langsung menjadi salah satu emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar di Tanah Air. Lini usahanya mencakup pertambangan dan penjualan batu bara termal, jasa logistik batu bara, pengangkutan dengan tongkang dan kapal, pengelolaan terminal dan stockpile, jasa pengerukan jalur sungai, serta operasi galangan kapal — menjadikannya pemain terintegrasi penuh dalam rantai pasok energi.
Dari sisi kinerja keuangan, AADI masih mencatatkan pendapatan dan laba yang solid seiring permintaan batu bara global yang stabil. Meski harga komoditas mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir, fundamental perusahaan tetap didukung oleh efisiensi operasional dan jaringan logistik yang terintegrasi. Investor perlu mencermati pergerakan harga saham pasca-cum date, mengingat aksi ambil untung kerap terjadi setelah periode eks-dividen.