Yield SRBI dan SBN Meningkat, Capital Outflow Juga Meningkat

JAKARTA, investortrust.id – Tekanan pasar keuangan domestik belum mereda, meski sentimen global terhadap emerging market mulai membaik. Ketika sebagian negara berkembang mulai menikmati kembali aliran dana portofolio asing, Indonesia justru menghadapi capital outflow di pasar saham, SBN, dan SRBI.

Berdasarkan BRI Weekly Economic Update W4 Mei 2026 yang disusun Office of Chief Economist Group BRI dan diterbitkan di Jakarta, Selasa (02/06/2026), emerging market mencatat net portfolio inflow sebesar US$ 9,79 miliar pada pekan keempat Mei 2026. Arus masuk ini ditopang oleh turunnya volatilitas global, meredanya persepsi risiko investasi, serta optimisme pasar terhadap prospek perdamaian AS-Iran.

Namun, Indonesia bergerak berlawanan arah. Investor asing mencatat net outflow sebesar Rp 12,34 triliun dari pasar saham, Rp 0,79 triliun dari pasar SBN, dan Rp 1,09 triliun dari SRBI. Dengan demikian, di saat dana global mulai kembali mencari peluang di emerging market, pasar keuangan Indonesia masih ditinggalkan investor asing.

Kemenkeu: Inflasi Terkendali, PMI Manufaktur Membaik

BRI mencatat penurunan volatilitas pasar keuangan global pada W4 Mei 2026. Indeks volatilitas saham dan obligasi global menurun, sementara mayoritas credit default swap lima tahun sejumlah negara ikut turun. Kondisi ini menunjukkan persepsi risiko investor global mulai membaik.

Sentimen positif terutama datang dari perkembangan geopolitik Timur Tengah. Prospek perdamaian AS-Iran menurunkan kekhawatiran pasar terhadap disrupsi jalur energi global, terutama Selat Hormuz. Harga minyak Brent pun turun tajam 11,0% secara mingguan ke US$92,1 per barel.

Dalam suasana itu, dana portofolio asing kembali masuk ke emerging market. BRI mencatat net portfolio inflow ke negara berkembang sebesar US$9,79 miliar, berbalik dari outflow pada pekan sebelumnya. Secara global, Reuters juga melaporkan dana obligasi global masih mencatat inflow besar, sementara minat investor terhadap aset berisiko membaik seiring penguatan pasar saham dunia pada akhir Mei 2026.

Berbeda dari tren global, Indonesia masih mencatat tekanan keluar modal. Di pasar saham, investor asing membukukan net outflow Rp12,34 triliun pada W4 Mei 2026. Secara year-to-date, net outflow asing di pasar saham Indonesia telah mencapai Rp53,97 triliun.

Tekanan ini bertepatan dengan pemberlakuan efektif rebalancing indeks MSCI pada 1 Juni 2026. Investor asing, terutama fund manager pasif, melakukan penyesuaian portofolio menjelang perubahan kom… [content truncated]