Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025 senilai total Rp 1,53 triliun, setara dengan Rp 468 per saham. Keputusan ini diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada 21 Mei 2026. Dengan dividen tersebut, para investor yang membeli saham INTP sebelum cum date pada 3 Juni 2026 berpotensi memperoleh imbal hasil (yield) hingga 9,4% berdasarkan harga penutupan saham pada 2 Juni 2026 di level Rp 4.970.
Yang menarik, valuasi saham INTP saat ini tergolong murah dengan price to book value (PBV) hanya 0,75 kali dan price earning ratio (PER) 7,75 kali (TTM). Rendahnya PBV di bawah 1 menunjukkan bahwa harga saham perusahaan lebih murah dibandingkan nilai buku per lembar sahamnya, sehingga memberikan ruang apresiasi lebih lanjut. Hal ini menjadi daya tarik bagi investor value yang mencari kombinasi dividen tinggi dan valuasi diskon.
Secara fundamental, kinerja keuangan INTP pada tahun buku 2025 cukup solid. Perusahaan mencetak laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,24 triliun. Dengan demikian, rasio pembayaran dividen (payout ratio) mencapai sekitar 68%, menunjukkan komitmen manajemen untuk memberikan imbal balik yang optimal kepada pemegang saham.
Jadwal pembagian dividen telah ditetapkan secara rinci. Cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada Rabu, 3 Juni 2026, sedangkan ex date pada 4 Juni 2026. Pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 5 Juni 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas dividen, yang akan dibayarkan pada 19 Juni 2026. Investor yang ingin memanfaatkan momentum ini harus melakukan pembelian sebelum cum date, mengingat yield dividen yang kompetitif dan valuasi yang masih atraktif.








