EinsNews, JAKARTA – Saham Marvell Technology (MRVL) mencatat lonjakan spektakuler pada awal Juni 2026, setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, secara langsung menyebut perusahaan semikonduktor tersebut sebagai kandidat kuat untuk mencapai valuasi US$1 triliun. Pernyataan yang disampaikan di ajang Computex Taipei itu mendorong harga saham MRVL naik 32,52% dalam satu hari, menjadi US$290,79 – kenaikan harian terbesar dalam 26 tahun terakhir. Kapitalisasi pasar Marvell pun melesat dari sekitar US$192 miliar menjadi US$254,4 miliar hanya dalam hitungan jam.
Lonjakan ini tidak terjadi tanpa dasar. Tiga bulan sebelumnya, Nvidia telah menginvestasikan US$2 miliar ke Marvell dalam kemitraan strategis di bidang optical interconnect, infrastruktur penting untuk mempercepat komunikasi data di pusat AI. Dengan demikian, pernyataan Jensen Huang di panggung bukanlah sekadar basa-basi, melainkan konfirmasi atas keyakinan Nvidia terhadap potensi Marvell. Bagi pelaku pasar, sinyal ini menjadi katalis utama yang memicu aksi beli besar-besaran.
Marvell Technology didirikan pada 1995 oleh Sehat Sutardja, seorang insinyur kelahiran Jakarta, bersama istrinya Weili Dai dan adiknya Pantas Sutardja. Perusahaan yang lahir dari meja dapur itu kini menjadi pemain kunci di pasar fabless semiconductor, merancang chip khusus yang menjadi tulang punggung infrastruktur AI. Berbeda dengan Nvidia yang fokus pada GPU, Marvell bermain di lapisan ‘di balik layar’ – memproduksi chip custom untuk hyperscaler seperti Amazon, Microsoft, dan Google. Bisnis chip AI custom (XPU) ini ditargetkan mencapai pendapatan US$10 miliar pada 2029.
Potensi pertumbuhan Marvell memang besar, namun risiko tetap mengintai. Ketergantungan pada tiga klien utama menghadirkan risiko konsentrasi, sementara persaingan di sektor semikonduktor kian ketat dengan munculnya pemain seperti Broadcom. Meski demikian, investasi Nvidia dan pengakuan langsung dari salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi global memberikan legitimasi kuat bagi valuasi Marvell dalam jangka panjang.
Bagi investor Indonesia, prestasi Marvell juga menjadi sumber kebanggaan tersendiri mengingat latar belakang sang pendiri. Meski Sehat Sutardja telah berpulang pada 2024, namanya kembali bergema dalam percakapan semikonduktor global. Dengan momentum positif ini, MRVL kini diposisikan sebagai saham yang patut dicermati di tengah gelombang investasi AI yang terus menguat.