Rights Issue Singaraja Putra Rp3,6 Triliun: Pemegang Saham Pengendali dan Petrosea Siap Tebas Hak

EinsNews, JAKARTA – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi mengumumkan rencana penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp3,60 triliun. Perseroan akan menerbitkan hingga 721,5 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp5.000 per saham, jauh di bawah harga penutupan saham SINI yang tercatat di level Rp12.000. Diskon hingga 58% ini memberikan insentif besar bagi pemegang saham untuk mengeksekusi haknya, sekaligus berpotensi menyebabkan dilusi bagi pemegang saham yang tidak ikut serta.

Pemegang saham pengendali perseroan melalui PT Autum Prima Indonesia (API), Batubara Development Pte. Ltd. (BBD), dan Hapsoro selaku ultimate beneficial owner telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan sebagian Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Secara kolektif, ketiga pihak tersebut akan menebus minimal 180 juta HMETD senilai Rp900 miliar. API tercatat memiliki 30% saham SINI, BBD sebesar 15,49%, dan Hapsoro 9%, sehingga total kepemilikan mereka mencapai lebih dari 54%.

Di sisi lain, PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang menguasai 19,74% saham SINI memutuskan untuk mengalihkan seluruh haknya kepada PT Petrosea Tbk (PTRO), perusahaan yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu. Nilai HMETD yang dialihkan mencapai 142,41 juta saham dengan nilai Rp712,05 miliar. PTRO sendiri telah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan seluruh porsi HMETD miliknya (maksimal 1,818 juta HMETD) serta menerima seluruh alihan dari KJP, sehingga total potensi eksekusi PTRO mencapai 144,228 juta HMETD.

Langkah strategis ini menunjukkan konsolidasi kepemilikan di tubuh SINI yang semakin terfokus pada kelompok Prajogo Pangestu dan Hapsoro. Dengan dana rights issue yang akan digunakan untuk ekspansi maupun penguatan struktur permodalan, prospek kinerja keuangan SINI ke depan menjadi sorotan. Namun, investor perlu mencermati potensi dilusi saham yang signifikan, mengingat jumlah saham baru yang diterbitkan setara dengan hampir 150% dari modal ditempatkan saat ini. Pasar saham diperkirakan akan merespons positif jika dana hasil rights issue digunakan secara produktif, namun risiko jangka pendek tetap ada akibat pelepasan saham oleh pemegang saham yang memilih tidak ikut serta.