Pembagian Dividen Rp10,36 Miliar dan Laba Naik 8,9%, GOLF Perkuat Ekspansi Golf-Real Estate

Emiten pengelola golf dan properti, GOLF, mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp10,36 miliar untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 3 Juni 2026 di Jakarta. Dividen setara 20% dari laba bersih periode berjalan ini menandakan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengorbankan likuiditas untuk kebutuhan ekspansi.

Dari total laba bersih Rp51,81 miliar, alokasi dividen sebesar Rp10,36 miliar dibagikan secara proporsional. Sebesar 30% atau Rp15,54 miliar disisihkan sebagai cadangan wajib sesuai Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, sementara 50% sisanya senilai Rp25,90 miliar dialokasikan ke cadangan lain untuk memperkuat modal internal dan mendanai proyek-proyek ekspansi yang berjalan. Manajemen juga mendapat kuasa penuh dari RUPST untuk mengatur jadwal dan pelaksanaan pembagian dividen sesuai aturan pasar modal.

Kinerja keuangan GOLF sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan solid. Pendapatan bersih tercatat Rp215,5 miliar, meningkat 8,9% dibandingkan tahun sebelumnya Rp198,0 miliar. Dua pendorong utama pertumbuhan adalah segmen golf yang mencetak lonjakan pendapatan hingga 95,9% year-on-year menjadi Rp182,3 miliar, terutama dari New Kuta Golf Bali, dan segmen real estat yang mengakui pendapatan dari serah terima unit The Links Golf Villa Cluster 1 sebesar Rp68,4 miliar serta proyek Sequoia Hills di Sentul. Diversifikasi pendapatan ini memperkuat ketahanan fiskal perseroan terhadap fluktuasi sektor pariwisata.

Ke depan, prospek GOLF tetap positif seiring dengan tren pertumbuhan wisata golf dan permintaan properti premium. Namun, risiko volatilitas kunjungan wisatawan serta dinamika pasar properti masih perlu diwaspadai. Kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas fasilitas, efisiensi biaya operasional, dan adaptasi terhadap perubahan regulasi akan menjadi kunci keberlanjutan kinerja dan stabilitas dividen bagi pemegang saham. Kebijakan dividen yang jelas setidaknya memberikan arus imbal hasil yang relatif terprediksi, meskipun ekspansi ke depan bergantung pada realisasi proyek dan kondisi makroekonomi.